Kenalkan Kimia dengan Menyenangkan, Abmas ITS Gelar Science Fair

Terbit pada

Selasa, 15 September 2026

Gambar Wakil-Rektor-I-Bidang-Akademik-dan-Kemahasiswaan-ITS-Prof-Nurul-Widiastuti-SSi-MSi-PhD-ketika-menyampaikan-pentingnya-memelajari-kimia-sedari-dini
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof Nurul Widiastuti SSi MSi PhD ketika menyampaikan pentingnya mempelajari kimia sedari dini

Kampus ITS, ITS News — Sains kerap dipandang sebagai bidang ilmu yang susah dipahami, terutama oleh anak-anak. Menjawab tantangan tersebut, Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginisiasi kegiatan pengabdian masyarakat (abmas) bertajuk Science Fair, Minggu (13/9). Kegiatan ini mengenalkan konsep biokimia melalui pembelajaran sains yang menyenangkan.

Membuka acara, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Prof Nurul Widiastuti SSi MSi PhD menyampaikan bahwa kimia merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pengenalan kimia perlu dikemas secara sederhana melalui aktivitas menarik agar anak-anak tidak bosan. “Acara ini hadir melalui konsep learning by doing agar pembelajaran mudah dimengerti dan tetap menyenangkan,” tuturnya.

Gambar Perwakilan-dari-yayasan-Swayanaka-Surabaya-dr-Budiastuti-Kusharjuni-Sp-DVE-FINSDV-ketika-memberi-sambutan-acara-Abmas-Science-Fair
Perwakilan dari yayasan Swayanaka Surabaya dr Budiastuti Kusharjuni Sp DVE FINSDV ketika memberi sambutan acara Science Fair

Selaras dengan pernyataan tersebut, Ketua Pelaksana Abmas Science Fair Al Tadhiya Aqila Qolbu menguraikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan secara beruntun. Acara diawali dengan kunjungan tim abmas ke Kelurahan Tambakrejo, Surabaya, untuk melakukan pengajaran materi biomakromolekul. “Biomakromolekul merupakan molekul besar penyusun makhluk hidup, seperti karbohidrat, lipid, lemak, dan protein,”  terang mahasiswa yang akrab disapa Alta ini. 

Selain mengenalkan proses kerja biomolekuler, Alta menjelaskan bahwa program hasil kerja sama Laboratorium Kimia Mikroorganisme Departemen Kimia ITS dan Swayanaka Surabaya ini juga memberikan penyuluhan secara langsung. Tak hanya menyasar anak-anak, masyarakat sekitar turut mendapatkan sosialisasi mengenai pemanfaatan biomikromolekul secara praktis untuk meningkatkan kualitas hidup.

Gambar Permainan estafet karet yang dimaknai sebagai representasi dua eksperimen yakni identifikasi protein sederhana dan pengaruh penambahan bahan terhadap stabilitas busa putih telur
Permainan estafet karet yang dimaknai sebagai representasi dua eksperimen, yakni identifikasi protein sederhana dan pengaruh penambahan bahan terhadap stabilitas busa putih telur

Puncak kegiatan berlangsung di Plaza dr Angka ITS dengan menghadirkan empat eksperimen sederhana terkait biomakromolekul. Masing-masing eksperimen dikemas dalam permainan menarik guna menunjang pemahaman peserta Science Fair. “Peserta yang merupakan siswa SD dan SMP, kami ajak untuk mempraktikkan secara langsung proses eksperimennya,” papar perempuan asal Kediri tersebut.

Adapun keempat eksperimen itu terdiri atas fermentasi makanan, identifikasi protein sederhana, pengaruh penambahan bahan pada busa putih telur, dan pengaruh penambahan sabun cair terhadap perubahan tegangan larutan susu bubuk. Alta menerangkan, uji coba ini sengaja menggunakan bahan yang sering dijumpai di rumah, seperti susu, telur, dan ragi. Dengan begitu, lanjutnya, anak-anak bisa lebih mudah memahami cara kerja eksperimen.

Gambar Salah satu eksperimen identifikasi protein sederhana dan pengamatan proses farmentasi sederha yang melibatkan anak-anak untuk menjajal langsung keseruannya
Salah satu eksperimen identifikasi protein sederhana dan pengamatan proses farmentasi sederhana yang melibatkan anak-anak untuk menjajal langsung keseruannya

Abmas bertema Wonders of Macromolecules ini menjadi salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diharapkan dapat mengenalkan sains kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 dan ke-17 tentang pendidikan berkualitas dan kemitraan untuk mencapai tujuan. “Harapannya juga, pengajaran ini dapat menarik anak-anak belajar bidang kimia,” ujarnya menutup. (*)

 


Reporter: Ahmad Husein Al Qomary
Redaktur: Andra Eka Wijayanti

×