
Kampus ITS, ITS News — Masa pengenalan lingkungan kampus mahasiswa baru di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) selalu menjadi momen penting untuk menggali potensi diri. Melalui rangkaian kegiatan Gerigi x UKM Expo ITS 2026, sebanyak 15 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bidang Khusus hadir untuk membentuk mahasiswa unggul, kreatif, dan solutif.
Ketua Biro Bidang Khusus Lembaga Minat (LMB) ITS Nur Pujiati Dwi Rahayu menjelaskan bahwa UKM Bidang Khusus merupakan wadah resmi di bawah koordinasi Direktorat Kemahasiswaan ITS. Unit ini berfokus pada pengembangan diri mahasiswa dalam ranah minat, bakat, dan keahlian spesifik. “UKM Bidang Khusus juga menjadi inkubator bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam bentuk karya nyata yang aplikatif,” tambahnya.
Perempuan yang akrab disapa Ayu itu menerangkan, berangkat dari fungsi tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan berbagai keterampilan sesuai dengan bidang yang diminati. Keterampilan tersebut mencakup astronomi, robotika, otomotif, keamanan siber, bahasa, kepemimpinan, wirausaha, lingkungan, sosial, hingga keagamaan. Keberagaman UKM Bidang Khusus yang ada memberikan pilihan sesuai minat dan tujuan pengembangan yang ingin diraih mahasiswa.

Sejalan dengan keterampilan yang ditawarkan, UKM Bidang Khusus terbagi menjadi kategori riset dan nonriset. Kategori riset berfokus pada pengembangan pengetahuan, teknologi, serta kemampuan analitis mahasiswa, sedangkan kategori nonriset mencakup bidang sosial, bahasa, kepemimpinan, kewirausahaan, lingkungan, dan keagamaan. “Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang mendukung pengembangan kemampuan di luar akademik,” terangnya.
Pada kategori riset, terdapat UKM Cyber Security (UCS), Maritime Challenge (MC), Penalaran, Robotik, Automotif, dan ITS Astronomy Club (IAC). Sementara itu, kategori nonriset mencakup UKM Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI), Pencinta Lingkungan Hidup (PLH) Siklus, Satuan Resimen Mahasiswa (Menwa), Pramuka, ITS Foreign Language Society (IFLS), Model United Nations (MUN), Technopreneurship Development Center (TDC ITS), Koperasi Mahasiswa (KOPMA), dan ITS Quran Society.
Sebagai contoh implementasi pada ranah riset, UKM Penalaran ITS konsisten membangun budaya kajian ilmiah untuk mencetak prestasi baik di kancah nasional maupun internasional. Salah satu anggota UKM Penalaran ITS Diana menekankan, unit ini menumbuhkan pola pikir kritis agar mahasiswa mampu menghasilkan karya yang berdampak bagi lingkungan sekitar. “Kami ingin mahasiswa menjadi agen perubahan melalui karya tulis,” tegasnya.

Sementara itu, untuk kategori nonriset, PLH Siklus ITS cocok menjadi tempat berkembang mahasiswa pencinta lingkungan hidup dan olahraga alam bebas. Salah satu anggota PLH Siklus ITS Aulia menerangkan, unit ini menawarkan kegiatan yang mencakup aktivitas luar ruang serta pengembangan sosial dan organisasi. “Program SIKLUS Environmental Service Action (SESION) kami berfokus untuk pemulihan ekosistem mangrove dan lamun sebagai solusi perubahan iklim,” jelasnya.
Keberagaman UKM Bidang Khusus di ITS membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya unggul dalam lingkup akademik, tetapi juga dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat. Pengembangan diri serta inovasi yang lahir dari pemikiran dan tangan mahasiswa ITS ini turut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Poin yang diraih mencakup poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas serta poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. (*)
Reporter: Nur Anisa Alya Eriska
Redaktur: Ahmad Naufal Ilham