Emil Elestianto Dardak ajak mahasiswa baru ITS menjadi prajurit teknologi bangsa
Kampus ITS, ITS News — Wakil Gubernur Jawa Timur Dr Emil Elestianto Dardak BBus MSc ajak mahasiswa baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi prajurit penggerak kedaulatan teknologi Indonesia. Ajakan tersebut disampaikannya sebagai pemateri dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) ITS, di GOR Pertamina ITS, Selasa (4/8).
Di hadapan ribuan mahasiswa baru kampus inovasi ITS, Emil menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi penentu daya saing bangsa. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara unggul apabila didukung sumber daya manusia yang berani berinovasi dan terus berkembang. “Saya yakin, generasi mudah Indonesia memiliki potensi penuh untuk mengubah nasib bangsa menjadi negara teknologi maju dan berdaya saing,” ujar Emil optimis.
Sebagai perbandingan, Emil mengajak mahasiswa untuk melihat keberhasilan Singapura dalam mengangkat posisi National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU) ke jajaran universitas kelas dunia. Transformasi tersebut, menurutnya, dapat diwujudkan melalui investasi pendidikan yang kuat dan keyakinan tinggi.
Inovasi seperti manufaktur aditif, kecerdasan buatan, mekatronika, hingga industri semikonduktor telah mengubah peta persaingan global dalam waktu singkat. Penguasaan teknologi yang ada pada era ini dipandang sebagai bentuk nyata dari kedaulatan bangsa agar Indonesia benar-benar merdeka.
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak berdiri di hadapan ribuan mahasiswa baru ITS dan arahkan mahasiswa baru untuk berjuang demi kemajuan teknologi bangsa
Mantan Bupati Trenggalek masa jabat 2016 – 2019 itu mencontohkan perkembangan teknologi pencetakan tiga dimensi yang kini mampu menghasilkan berbagai komponen presisi yang diinisiasi oleh ITS. Emil mengapresiasi ITS sebagai kampus teknologi memanfaatkan ranah keilmuannya dalam mereplikasi peralatan medis yang implikatif saat masa pandemi Covid-19.
Emil menyoroti posisi strategis Jatim sebagai jantung industri manufaktur nasional yang menyumbang hampir seperempat dari seluruh industri manufaktur di Indonesia. Kondisi tersebut menjadikan ITS berada di lingkungan yang tepat untuk menghasilkan talenta teknologi sekaligus memperkuat kolaborasi dengan dunia industri. “Melalui kolaborasi pemerintah provinsi dan kampus, diharapkan mampu mencetak prajurit teknologi (technology warrior) yang siap menjawab berbagai tantangan zaman,” jelas Emil menginspirasi.
Potret mahasiswa baru ITS saat dengarkan materi dari Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak
Terkait gencarnya penggunaan AI di berbagai elemen kehidupan masyarakat saat ini, terutama pendidikan. Emil mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak.
Ia menjelaskan penggunaan AI tetap harus diimbangi kemampuan berpikir kritis, membaca, dan memahami konsep dasar agar kreativitas terus berkembang. “AI harus menjadi alat pendukung, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia, jangan sampai penggunaannya justru menurunkan kemampuan kognitif kita,” ucap Wagub Jatim mengingatkan.
Dalam kesempatan tersebut, Emil mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti perkembangan ilmu melalui jurnal ilmiah, publikasi teknologi, dan komunitas pengembang. Ia menilai penguasaan konsep dasar harus berjalan seiring dengan kemampuan mengikuti inovasi terbaru yang terus bergerak cepat.
Menutup paparannya, Emil mengajak mahasiswa memanfaatkan masa studi sebagai bekal membangun Indonesia yang berdaulat secara teknologi. Ia optimistis kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan generasi muda akan melahirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. “Penting untuk disiplin intelektual melalui proses belajar yang terstruktur, membaca secara mendalam, mengasah ketajaman berpikir demi kemajuan masa depan bangsa,” pesan Emil kepada ribuan mahasiswa baru ITS.
Melalui semangat optimisme yang digelorakan oleh Emil ini merupakan bagian dari upaya Kampus Pahlawan ini dalam mewujudkan cita-cita Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama SDGs poin ke-4, yakni menciptakan pendidikan yang berkualitas untuk bangsa.