ITS News

Sabtu, 24 Januari 2026
23 Januari 2026, 15:01

Dorong Kemandirian SLB, ITS Perkuat Pemasaran Digital Unit Usaha Sekolah

Oleh : indahts | | Source : -

Tim Abmas ITS memberikan pengenalan terkait transformasi digital dalam pemasaran melalui Zoom Meeting

Kampus ITS, ITS News  — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan strategis bagi SLB Putra Manunggal, Kebumen. Melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI), ITS mengembangkan kapabilitas pemasaran digital untuk memperkuat kemandirian unit usaha sekolah, khususnya pada sektor toko ritel dan produk kain ecoprint.

Program ini merupakan keberlanjutan dari pendampingan tahun sebelumnya yang berfokus pada pengembangan bisnis dan pengelolaan keuangan sekolah. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan tahun 2024, aspek pemasaran digital dinilai menjadi tantangan utama dalam menjaga keberlanjutan usaha SLB Putra Manunggal. Oleh karena itu, pada tahun ini ITS menitikberatkan pendampingan pada penyusunan dan implementasi strategi digital marketing yang adaptif terhadap perkembangan pasar.

Pada sesi pendampingan pertama,Tim Abmas ITS yang dipimpin oleh Prof Dr Ir Sri Gunani Partiwi MT ini memberikan pengenalan mengenai transformasi digital dalam pemasaran, karakteristik perilaku konsumen, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Materi yang disampaikan meliputi strategi social media marketing, penggunaan Facebook Ads, serta analisis kampanye melalui Meta Ads Library. “Peserta juga dibekali pemahaman tentang analisis pesaing (competitive landscape) untuk membantu pengelola sekolah mengenali posisi produk mereka di pasar dan merancang strategi branding berbasis digital secara lebih terarah,” papar Sri Gunani.

Kegiatan pelatihan Digital Marketing Training SLB Putra Manunggal melalui Zoom Meeting

Memasuki sesi kedua, pendampingan difokuskan pada praktik langsung pemasaran digital. Peserta dilatih membuat dan mengelola akun media sosial seperti Facebook dan TikTok, memproduksi konten visual menggunakan Canva dan CapCut, hingga menyusun caption promosi yang efektif.

Selain itu, tim ITS juga memberikan pelatihan pengelolaan marketplace melalui platform e-commerce Tokopedia. Mulai dari cara pembuatan akun toko, pengisian deskripsi produk, hingga teknik pengambilan dan pengunggahan foto produk yang sesuai standar visual pemasaran modern.

Menariknya, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pembuatan konten pemasaran, seperti penyempurnaan visual foto produk dan penyusunan deskripsi produk yang profesional. Melalui pendekatan praktik end-to-end ini, pengelola SLB Putra Manunggal diharapkan mampu mengimplementasikan strategi digital marketing secara mandiri dan berkelanjutan dalam kegiatan operasional sehari-hari.

Kepala SLB Putra Manunggal Surip SPd menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh ITS. Menurutnya, digital marketing membuka peluang besar untuk memperkenalkan karya siswa berkebutuhan khusus sekaligus meningkatkan kemandirian finansial sekolah.

Peningkatan awareness melalui Sosialisasi Digital Marketing secara daring

Ia mengungkapkan bahwa pendampingan ini bisa membantu mereka untuk lebih memahami cara memasarkan produk ecoprint dan toko ritel secara lebih luas. “Kami berharap keterampilan ini dapat terus dimanfaatkan oleh guru dan siswa dalam jangka Panjang nantinya,” ujarnya penuh harap.

Program pengabdian ini sejalan dengan pencapaian beberapa poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Antara lain SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan keterampilan kewirausahaan inklusif, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan usaha produktif sekolah, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi siswa berkebutuhan khusus.

Melalui pendampingan ini, ITS berharap SLB Putra Manunggal, Kebumen tersebut dapat lebih memperkuat daya saing produknya dan memperluas jangkauan pasar secara digital. Selain itu, diharapkan juga menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi siswa dan lingkungan sekolah. (*)

Berita Terkait