
Kampus ITS, ITS News — Guna mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kontribusi bagi almamater, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) gelar Reuni Akbar Alumni ITS 2025, Minggu (9/11). Helatan yang berlangsung di Grha Sepuluh Nopember ITS dan dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian RI Dr Ir H Andi Amran Sulaiman MP ini mencatatkan sejarah baru di ITS sebagai reuni alumni berskala besar yang pertama.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menuturkan bahwa penyelenggaraan reuni ini menjadi wadah untuk menjembatani alumni ITS yang tersebar di penjuru Indonesia. Jika sebelumnya reuni diadakan di berbagai wilayah, kini ITS menghadirkannya secara terpusat. “Hal ini supaya semangat kebersamaan dapat terjalin lebih erat,” imbuh Bambang.

Tak hanya itu, Rektor ke-13 ITS ini juga mengungkapkan bahwa kegiatan reuni tersebut lebih dari ajang nostalgia. Menurutnya, gelaran bertema Merajut Kebersamaan, Menguatkan Kontribusi ini turut menjadi momentum untuk membangun sinergi antara Kampus Pahlawan dan alumninya. “Melalui kegiatan ini, kami mendorong alumni untuk bersinergi dalam penguatan riset dan inovasi,“ tandasnya.
Bambang menambahkan, arah pengembangan ITS ke depan berfokus pada inovasi berdampak bagi masyarakat. Visi tersebut akan semakin kuat apabila ditopang oleh alumni yang memiliki pengalaman, jejaring, dan sumber daya di berbagai bidang. “Peran alumni menjadi kunci agar inovasi ITS tak berhenti di karya tulis ilmiah, tetapi juga membawa dampak bagi masyarakat,” tutur Guru Besar Teknik Mesin ITS ini mengingatkan.

Dalam konteks itu, alumnus S1 Teknik Mesin ITS tersebut turut mengapresiasi kiprah alumni wirausahawan yang membuka ruang pembinaan bagi mahasiswa ITS. Peran tersebut dinilainya sejalan dengan visi ITS menuju Entrepreneurial University. “Kolaborasi ini menjadikan ilmu dari bangku kuliah lebih aplikatif, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru di masyarakat,” paparnya.
Apresiasi terhadap kiprah alumni ITS juga datang dari Menteri Pertanian. Ia menilai bahwa inovasi alumni ITS di bidang pertanian berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan nasional. “Selain itu, berbagai inovasi mereka juga berdampak langsung bagi masyarakat di bidang agrikultur,” tambah menteri yang biasa disapa Amran ini.

Dalam rangkaian acara tersebut, ITS juga menganugerahkan Ikatan Alumni (IKA) Award sebagai bentuk apresiasi kepada para alumni kehormatan. Penghargaan diberikan kepada tujuh mantan Ketua IKA ITS dan mantan Ketua Senat IKA ITS atas peran mereka dalam menumbuhkan solidaritas, memperluas jaringan, dan memperkuat kontribusi alumni bagi almamater.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua IKA ITS Ir Wiluyo Kusdwiharto ST MBA IPU ASEAN Eng menegaskan pentingnya kebersamaan sebagai energi utama keberlanjutan inovasi. Ia menilai, hubungan antara kampus dan alumni harus bertransformasi dari sekadar hubungan emosional menjadi hubungan kolaborasi.

Semangat kebersamaan alumni juga tercermin melalui kontribusi terhadap Dana Abadi ITS yang menunjukkan pertumbuhan positif setiap tahunnya. Pada kesempatan ini, alumni Teknik Sipil ITS tahun 1995 juga menyalurkan bantuan dana sebagai wujud kepedulian terhadap keberlanjutan program. “Dukungan alumni inilah yang menjadi bahan bakar bagi ITS untuk terus berdampak,” tegas alumnus Teknik Mesin ITS tersebut.
Sebagai penyelenggaraan perdana, Wiluyo berharap kegiatan ini dapat dihelat lebih baik pada tahun-tahun berikutnya. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas jejaring serta memperkuat kolaborasi alumni ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Meraih Tujuan. (HUMAS ITS)
Reporter: Naurah Fitri