
Kampus ITS, ITS News — Sebagai bentuk apresiasi tugas akhir mahasiswa,Departemen Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar Kompetisi Tugas Akhir (KTA) sejak Senin (8/9). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut, menampilkan sejumlah proyek studio hasil kerja keras mahasiswa arsitektur.
Ketua Pelaksana KTA 2025 Zuhrotul Mawaddatil Ula SArs MArs menjelaskan bahwa pameran tugas akhir mahasiswa arsitektur ini diikuti oleh 19 perguruan tinggi Indonesia. Sebanyak 70 submisi meramaikan ajang yang bertemakan The Everyday tersebut. Lewat tema yang diusung tahun ini, KTA 2025 bertujuan untuk mengangkat sisi aktivitas manusia ke dalam nilai arsitektur. “Arsitek tidak hanya berupa bangunan yang masif, tetapi ruang keseharian manusia,” ujar wanita asal Kediri ini.

Lebih lanjut, kompetisi yang rutin digelar sejak 2004 ini terdapat tiga kategori dalam penjurian karya. Masing-masing kategori mewakili pertanyaan besar arsitektur. Pertama, questioning architecture yang berangkat dari pertanyaan what is architecture? Kedua, architectural contribution yang menyoroti what architecture should do? dan ketiga, design thinking yang merespons pertanyaan how best to design “Arsitektur dapat menjadi alat dalam menyelesaikan isu sehari-hari,” paparnya.
Seluruh karya dinilai secara substansial hingga menghasilkan lima besar terbaik dari tiap kategori. Seluruh karya dinilai secara substansial hingga menghasilkan lima besar terbaik dari tiap kategori. Selanjutnya, peringkat dua teratas akan mempresentasikan karyanya di hadapan juri eksternal, termasuk Prof Kenta Kishi dari Akita University of Art, Jepang.

Tidak hanya menampilkan proyek studio mahasiswa arsitektur saja, KTA 2025 menyuguhkan berbagai kegiatan interaktif dengan pengunjung. Pada hari pertama pembukaan pameran, terdapat live sketch yang diramaikan oleh mahasiswa Arsitektur ITS angkatan 2025. Dengan tema yang sama, pada hari Rabu terdapat kegiatan open talks yang bertujuan untuk kompetisi esai. “Kegiatan ditutup dengan konser kecil yang digelar pada malam terakhir pameran,” ujar wanita yang kerap disapa Ama ini.
Sebagai penutup, dosen Departemen Arsitektur ITS tersebut berharap agar KTA tetap diadakan di tahun berikutnya dengan improvisasi yang relevan dengan perkembangan keilmuan arsitektur. Kegiatan ini juga mendukung realisasi Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4 yang berfokus pada pendidikan berkualitas. (*)
Reporter: Ahmad Husein Al Qomary
Redaktur: Gandhi Kesuma