ITS News

Rabu, 04 Februari 2026
04 Februari 2026, 21:02

Tinjau Kebijakan Kesejahteraan PTN-BH, MWA IPB University Kunjungi ITS

Oleh : itsela | | Source : ITS Online
Foto Ketua MWA ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD (kiri) dan Ketua Komisi 2 MWA IPB University Prof Br Ir Dietriech G Bengen DEA (kanan) dalam kegiatan kunjungan MWA IPB University ke ITS

Ketua MWA ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD (kiri) dan Ketua Komisi 2 MWA IPB University Prof Br Ir Dietriech G Bengen DEA (kanan) dalam kegiatan kunjungan MWA IPB University ke ITS

Kampus ITS, ITS News Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus membuka kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan perguruan tinggi. Hal ini dibuktikan melalui benchmarking Majelis Wali Amanat (MWA) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University kepada ITS sebagai tuan rumah. Acara tersebut digelar di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS, Rabu (4/2).

Ketua MWA ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD menyampaikan terima kasihnya atas kunjungan IPB University ke ITS. Melalui kesempatan ini, dirinya membahas kesejahteraan nonakademik di Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTH-BH), mulai dari menjaga kesejahteraan dosen, karyawan, hingga mahasiswa. “Hal ini juga meliputi dosen purna tugas yang perlu mendapat perhatian,” tambah lelaki yang kerap disapa Probo tersebut.

Foto Ketua MWA ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD dalam diskusi bersama MWA IPB University di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS

Ketua MWA ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD dalam diskusi bersama MWA IPB University di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS

Meskipun IPB University lebih awal menjadi PTN-BH, Probo mengungkapkan jika sesama PTN-BH perlu saling berdiskusi mengenai kebijakan dalam peningkatan kesejahteraan perguruan tinggi. ITS sendiri mendorong kesejahteraan melalui inisiatif kebijakan-kebijakan yang dibuat. Inisiatif tersebut antara lain pemberian fasilitas tempat tinggal dosen muda, alokasi dana penelitian dosen, serta pemanfaatan dana abadi untuk beasiswa mahasiswa.

Guru Besar Departemen Teknik Sipil ITS tersebut mengatakan bahwa belum ada kebijakan mengenai asuransi untuk dosen serta keluarganya seperti kebijakan dari IPB University. Tidak hanya itu, ITS dan IPB University juga akan fokus mendiskusikan kebijakan untuk kesejahteraan dosen purna tugas kedepannya. “Kesejahteraan dosen purna tugas yang akan menjadi pertimbangan kami, mengingat keduanya masih belum ada kebijakan terkait,” imbuhnya.

Foto Ketua Komisi 2 MWA IPB University Prof Br Ir Dietriech G Bengen DEA dalam diskusi bersama MWA ITS di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS

Ketua Komisi 2 MWA IPB University Prof Br Ir Dietriech G Bengen DEA dalam diskusi bersama MWA ITS di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS

Sementara itu, Ketua Komisi 2 MWA IPB University Prof Br Ir Dietriech G Bengen DEA mengungkapkan banyak hal yang dapat dipelajari melalui kunjungan ini. Langkah ini mendukung keduanya untuk saling melengkapi dalam merancang kebijakan yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan di perguruan tinggi. “IPB University berupaya untuk belajar sebanyak-banyaknya dari ITS mengenai kebijakan yang dapat diterapkan,” jelasnya Dietriech.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi 2 IPB University Octen Suhadi SP MM MBA menyatakan bahwa pihaknya melihat ITS dapat menjadi rujukan sekaligus representatif dari PTN-BH di Jawa Timur. Alumnus IPB University tersebut merasa bahwa ITS dapat menjadi patokan dalam tata kelola aset, keuangan, hingga ke kesejahteraan dari perguruan tinggi. “Upaya ini juga tentu akan berdampak kepada pengembangan pendidikan di kampus,” bebernya.

 

Foto MWA IPB University bersama MWA ITS dalam kegiatan benchmarking di Gedung Rektorat ITS

MWA IPB University bersama MWA ITS dalam kegiatan benchmarking di Gedung Rektorat ITS

Melalui adanya kegiatan ini, ITS turut mendorong dalam tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, 16, dan 17. Hal ini mencakup dalam Pendidikan Berkualitas, Institusi yang Tangguh dan Inklusif, dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. MWA IPB University berharap terdapat pertemuan lain ke depannya untuk mendiskusikan lebih lanjut mengenai upaya peningkatan kesejahteraan PTN-BH. (*)

 

Reporter: Bella Ramadhani
Redaktur: Syahidan Nur Habibie Ash-Shidieq

Berita Terkait