Ketua MWA ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD (kiri) dan Ketua Komisi 2 MWA IPB University Prof Br Ir Dietriech G Bengen DEA (kanan) dalam kegiatan kunjungan MWA IPB University ke ITS
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus membuka kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan perguruan tinggi. Hal ini dibuktikan melalui benchmarking Majelis Wali Amanat (MWA) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University kepada ITS sebagai tuan rumah. Acara tersebut digelar di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS, Rabu (4/2).
Ketua MWA ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD menyampaikan terima kasihnya atas kunjungan IPB University ke ITS. Melalui kesempatan ini, dirinya membahas kesejahteraan nonakademik di Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTH-BH), mulai dari menjaga kesejahteraan dosen, karyawan, hingga mahasiswa. “Hal ini juga meliputi dosen purna tugas yang perlu mendapat perhatian,” tambah lelaki yang kerap disapa Probo tersebut.
Ketua MWA ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD dalam diskusi bersama MWA IPB University di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS
Meskipun IPB University lebih awal menjadi PTN-BH, Probo mengungkapkan jika sesama PTN-BH perlu saling berdiskusi mengenai kebijakan dalam peningkatan kesejahteraan perguruan tinggi. ITS sendiri mendorong kesejahteraan melalui inisiatif kebijakan-kebijakan yang dibuat. Inisiatif tersebut antara lain pemberian fasilitas tempat tinggal dosen muda, alokasi dana penelitian dosen, serta pemanfaatan dana abadi untuk beasiswa mahasiswa.
Guru Besar Departemen Teknik Sipil ITS tersebut mengatakan bahwa belum ada kebijakan mengenai asuransi untuk dosen serta keluarganya seperti kebijakan dari IPB University. Tidak hanya itu, ITS dan IPB University juga akan fokus mendiskusikan kebijakan untuk kesejahteraan dosen purna tugas kedepannya. “Kesejahteraan dosen purna tugas yang akan menjadi pertimbangan kami, mengingat keduanya masih belum ada kebijakan terkait,” imbuhnya.
Ketua Komisi 2 MWA IPB University Prof Br Ir Dietriech G Bengen DEA dalam diskusi bersama MWA ITS di Ruang Sidang Senat Gedung Rektorat ITS
Sementara itu, Ketua Komisi 2 MWA IPB University Prof Br Ir Dietriech G Bengen DEA mengungkapkan banyak hal yang dapat dipelajari melalui kunjungan ini. Langkah ini mendukung keduanya untuk saling melengkapi dalam merancang kebijakan yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan di perguruan tinggi. “IPB University berupaya untuk belajar sebanyak-banyaknya dari ITS mengenai kebijakan yang dapat diterapkan,” jelasnya Dietriech.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi 2 IPB University Octen Suhadi SP MM MBA menyatakan bahwa pihaknya melihat ITS dapat menjadi rujukan sekaligus representatif dari PTN-BH di Jawa Timur. Alumnus IPB University tersebut merasa bahwa ITS dapat menjadi patokan dalam tata kelola aset, keuangan, hingga ke kesejahteraan dari perguruan tinggi. “Upaya ini juga tentu akan berdampak kepada pengembangan pendidikan di kampus,” bebernya.
MWA IPB University bersama MWA ITS dalam kegiatan benchmarking di Gedung Rektorat ITS
Melalui adanya kegiatan ini, ITS turut mendorong dalam tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, 16, dan 17. Hal ini mencakup dalam Pendidikan Berkualitas, Institusi yang Tangguh dan Inklusif, dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. MWA IPB University berharap terdapat pertemuan lain ke depannya untuk mendiskusikan lebih lanjut mengenai upaya peningkatan kesejahteraan PTN-BH. (*)
Reporter: Bella Ramadhani
Redaktur: Syahidan Nur Habibie Ash-Shidieq
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus membuka kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengembangkan perguruan
Surabaya, ITS News — Guna membangun karakter dan jiwa kepemimpinan jajaran pimpinannya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melaksanakan Character
Kampus ITS, ITS News – Estafet kepemimpinan Senat Akademik (SA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi berlanjut. Jabatan tersebut
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan Pelepasan dan Pembekalan Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan



