Peneliti sekaligus influencer Dr Bagus Putra Muljadi saat menjelaskan materi mengenai penguatan ekosistem riset interdisipliner yang berdampak
Kampus ITS, ITS News — Guna mewujudkan kampus berdampak dan berdaya saing global, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar sarasehan bertajuk From Local to Global: Membangun Ekosistem Riset dan Interdisipliner yang Berdampak. Kegiatan yang diikuti oleh sivitas akademika ITS dan dilaksanakan di Auditorium Tower 2 ITS ini menghadirkan langsung seorang ilmuwan influencer Dr Bagus Putra Muljadi, Jumat (23/1).
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menyampaikan bahwa sarasehan ini dilatarbelakangi oleh fase transisi krusial ITS selama 20 tahun mendatang. Fase tersebut diiringi dengan beberapa target, seperti penyediaan kebijakan publik, peningkatan sitasi per fakultas bereputasi internasional, dan kolaborasi International Co-authorship. Selain itu, fase ini juga memiliki tantangan yang harus diselesaikan meliputi Revolusi Industri 4.0, transformasi digital, dan perubahan iklim.
Berangkat dari permasalahan tersebut, menurut Bambang, ITS menetapkan lima bidang penelitian unggulan sebagai solusi penguatan kualitas kampus berdampak. Bidang penelitian tersebut meliputi Smart and Sustainable Mobility, Marine Technology, Renewable Energy, AI and Robotics, dan Blue Economy. “Hal ini ditujukan untuk menjadi motor penggerak penelitian sekaligus membuka peluang interaksi dengan berbagai institusi,” ujar Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS tersebut.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Sarasehan Penguatan Ekosistem Interdisipliner di Auditorium Tower 2 ITS
Sejalan dengan yang disampaikan Rektor ITS, Bagus Muljadi yang merupakan Asisten Profesor Teknik Kimia dan Lingkungan dari University of Nottingham, Inggris memaparkan materi mengenai pentingnya membangun lingkungan kompetensi interdisipliner, baik antarpeneliti maupun akademisi. Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks.
Lebih lanjut, Bagus memberikan contoh melalui bencana yang terjadi di Pulau Sumatera, belum lama ini, yang dapat diselesaikan dengan interdisipliner ilmu. Berbagai jurusan dapat berperan masing-masing, seperti Teknik Lingkungan yang menjadi inisiator pengelolaan dampak bencana dan Matematika sebagai perumus peluang rentang lama bencana. “Dengan sinergitas inilah yang menjadikan suatu instansi perguruan tinggi memiliki transformasi riset menuju solusi dampak global,” papar alumnus ITB tersebut .
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD (tiga dari kiri) menyerahkan cinderamata kepada Dr Bagus Putra Muljadi (tiga dari kanan) usai sarasehan di ITS
Selain itu, dampak global yang semakin meningkat membuat banyaknya penentuan trilema. peneliti sekaligus influencer kenamaan ini menjelaskan bahwa trilema merupakan situasi pilihan sulit antara tiga opsi, yang mana hanya dua opsi yang bisa dicapai secara optimal pada satu waktu. Khusus pengelolaan energi global, trilema yang bisa digunakan, yaitu peningkatan pemulihan minyak dan gas, pengelolaan dan perlindungan sumber daya air, serta produksi hidrokarbon alternatif yang efektif.
Melalui kegiatan sarasehan ini, ITS terus menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pencapaian tersebut meliputi poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. “Harapan saya, ITS bisa selalu mendorong ekosistem akademisinya agar lintas disiplin ilmu semakin kolaboratif, inovatif, dan adaptif,” tutupnya optimistis. (HUMAS ITS)
Reporter: Mohammad Fariz Irwansyah
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan
Kampus ITS, ITS News — Guna mewujudkan kampus berdampak dan berdaya saing global, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi menggelar program Internasional Community and Technological Camp (Commtech)
Kampus ITS, ITS News — Menyambut rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh


