ITS menawarkan Beasiswa Angka Nitisastro untuk jenjang pendidikan program pascasarjana tahun 2026 ini yang terbuka untuk masyarakat umum
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan beasiswa terhadap mahasiswanya, termasuk untuk jenjang pascasarjana. Untuk itu, ITS membuka Beasiswa Angka Nitisastro untuk 84 awardee yang akan didukung penuh dalam riset Top Tier.
Direktur Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS Prof Dr Eng Chastine Fatichah SKom MKom menyampaikan bahwa pendidikan pascasarjana merupakan bagian dari upaya ITS untuk terus menghidupkan pengetahuan dan mendorong budaya lifelong learning dan juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas. “Pengetahuan harus selalu aktif dan terus diperbarui mengikuti perkembangan dunia agar mampu meningkatkan keterampilan dan nilai individu,” tuturnya mengingatkan.
Lebih lanjut, Chastine menjelaskan bahwa ITS membuka berbagai pilihan jenjang pendidikan program pascasarjana, mulai dari magister (S2), doktoral (S3) hingga program profesi. Ia menyebutkan bahwa mahasiswa dapat menempuh studi melalui jalur reguler maupun riset, dengan skema pembelajaran tatap muka maupun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Direktur Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana ITS Prof Dr Eng Chastine Fatichah SKom MKom memberikan penjelasan tentang beasiswa program pendidikan pascasarjana yang disediakan di ITS
Sejalan dengan itu, Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS Nani Kurniati ST MT PhD menjelaskan bahwa ITS menyediakan beragam skema beasiswa pascasarjana untuk mendukung akses pendidikan yang lebih luas. Beberapa beasiswa yang disebutkan adalah Beasiswa Fast Track untuk S1-S2 dan S2-S3, Fresh Graduate untuk S2 dan S3, Fast-D untuk S2 dan S3, Beasiswa Unggulan untuk S3, Program Beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor (PMDSU) untuk S2 dan S3 hingga beasiswa penelitian dosen.
Tak hanya itu, Nani juga menjelaskan terkait alur waktu pendaftaran penerimaan mahasiswa pascasarjana yang akan berlangsung melalui beberapa gelombang. Ia menerangkan bahwa pendaftaran semester genap gelombang I telah dibuka pada Oktober hingga Desember 2025 lalu. Sedangkan untuk ke depannya akan dimulai rangkaian gelombang II pada bulan Januari untuk pendaftaran beasiswa Fresh Graduate, Angka Nitisastro dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Batch 1.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Subdirektorat Pascasarjana ITS Dr Eng Ardyono Priyadi ST MEng memperkenalkan program beasiswa baru Angka Nitisastro untuk mahasiswa pascasarjana unggul jenjang S2 dan S3 dengan kuota terbatas sebanyak 84 kursi. Keterbatasan kuota tersebut juga senilai dengan manfaat yang ditawarkan, yakni pembebasan biaya UKT, pemberian uang saku dan kesempatan terlibat secara aktif sebagai asisten peneliti kegiatan riset dosen pembimbing. “Melalui program ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman akademik dan penelitian yang lebih intensif,” ujarnya.
Kepala Subdirektorat Pascasarjana ITS Dr Eng Ardyono Priyadi ST MEng saat menerangkan tentang Beasiswa Angka Nitisastro di ITS pada kegiatan sosialisasi secara daring
Lebih lanjut, Ardyono juga menjelaskan bahwa beasiswa Angka Nitisastro memang dirancang untuk menjaring mahasiswa dengan rekam jejak di publikasi ilmiah bereputasi atau memiliki potensi riset yang tinggi. Ia menjelaskan, penerima beasiswa ini diwajibkan dibimbing oleh promotor yang telah ditetapkan ITS dengan jumlah promotor terbatas dan memiliki keterkaitan erat dengan topik riset yang diajukan. “Berbeda dengan beasiswa lain, calon mahasiswa beasiswa Angka Nitisastro harus memastikan kesesuaian topik dan kesediaan promotor sejak awal proses pendaftaran.” tegas Ardyono.
Dosen Departemen Teknik Elektro ITS ini juga menyatakan bahwa terdapat persyaratan akademik yang harus dipenuhi guna menjaga kualitas lulusan sesuai standar yang ditetapkan. Untuk jenjang S2, pelamar diwajibkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) S1 minimal 3,25 dengan batasan usia maksimal 27 tahun dan berasal dari program studi terakreditasi minimal Unggul atau A. Sedangkan untuk jenjang S3, kriteria yang ditetapkan adalah IPK S2 minimal 3,50 dengan usia maksimal 30 tahun, serta memiliki latar belakang pendidikan S1 dan S2 dari program studi dengan terakreditasi minimal Unggul atau A.
Seluruh rangkaian proses pendaftaran dan seleksi beasiswa akan dilakukan secara daring melalui situs resmi admisi ITS mulai 5 hingga 28 Januari 2026, dengan batas akhir pembayaran biaya pendaftaran pada 28 Januari 2026. Selanjutnya, calon mahasiswa diwajibkan mengisi sistem Seleksi Mandiri ITS (SMITS) hingga 29 Januari 2026. Tahap ujian masuk dijadwalkan berlangsung pada awal Februari, diikuti pengumuman hasil seleksi pada 9 Februari 2026. Mahasiswa yang lulus diwajibkan mengisi Sistem Informasi Pendataan Mahasiswa Baru (SIPMABA) ITS dan daftar ulang, sebelum resmi berkuliah pada 23 Februari 2026 mendatang. (HUMAS ITS)
Reporter: Aulia Okta Wijaya
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dukungan
Surabaya, ITS News — Tingginya risiko kebencanaan serta ancaman degradasi lingkungan di kawasan pesisir menjadi perhatian serius sivitas akademika
Kampus ITS, ITS News — Dalam upaya mewujudkan visi ITS Top 300 Dunia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sukses menggelar try out ujian masuk perguruan tinggi sebagai


