ITS News

Sabtu, 10 Januari 2026
09 Januari 2026, 15:01

KKN ITS Bantu Siapkan Pelajar Tosari Jadi Duta Geowisata Bromo

Oleh : indahts | | Source : -

Ketua Tim KKN Abmas ITS M Haris Miftakhul Fajar ST MEng bersama Tim KKN Bromo dan perwakilan Kecamatan Tosari saat penyerahan modul edukasi

Kampus ITS, ITS News – Bukan sekadar sebagai pemandu wisata, pelajar di Kecamatan Tosari, Probolinggo kini disiapkan menjadi duta geowisata Kompleks Gunung Bromo-Tengger berbasis sains. Hal ini diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang dipimpin oleh Dr M Haris Miftakhul Fajar ST MEng dari Departemen Teknik Geofisika.

Haris menjelaskan bahwa program abmas tersebut bertujuan untuk meningkatkan literasi kebumian sekaligus kesadaran mitigasi bencana di kawasan Gunung Bromo-Tengger yang merupakan gunung api aktif Tipe A. Mengusung tema Optimalisasi Potensi Kebumian Gunung Bromo Melalui Identifikasi Partisipatif untuk Mendukung Kawasan Eduwisata Berbasis Geopark, kegiatan ini menyasar kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS) yang telah diakui sebagai Cagar Biosfer UNESCO sejak 2015 dan Destinasi Wisata Prioritas Nasional.

Menurut Haris, kompleks kaldera ini menyimpan warisan geologi bernilai internasional, mulai dari jejak aliran lava basaltik di Watu Kutho, singkapan stratigrafi di Dinding Penanjakan, hingga fenomena gumuk pasir memanjang di Pasir Berbisik. “Selama ini, pariwisata Bromo masih didominasi narasi rekreatif dan mitos, tanpa penjelasan ilmiah yang memadai,” ujar Haris.

Untuk menjembatani hal tersebut, tim Abmas ITS ini menyusun Geo-tour Handbook berbasis inventarisasi partisipatif bersama masyarakat lokal. Buku panduan lapangan ini memuat penjelasan ilmiah pembentukan tiga kaldera purba—Ngadisari, Argowulan, dan Lautan Pasir—serta dilengkapi informasi Kawasan Rawan Bencana (KRB) dan jalur evakuasi.

Sosialisasi yang digelar pada 18 November 2025 di SMAN 1 Tosari ini menunjukkan hasil yang signifikan. Rata-rata nilai pemahaman siswa kelas XII meningkat dari 65,2 pada pre-test menjadi 94,4 pada post-test dengan nilai N-Gain sebesar 0,83 yang masuk kategori tinggi. “Capaian ini membuktikan efektivitas pendekatan edukasi berbasis visual dalam meningkatkan pemahaman kebumian,” sambung Haris.

M Haris Miftakhul Fajar ST MEng saat memaparkan modul edukasi

Keberhasilan program ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Camat Tosari Bachtiar menilai kegiatan tersebut membuka wawasan masyarakat terkait potensi geologi dan pentingnya mitigasi bencana di kawasan Bromo. Senada hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Tosari, Makhfudhi, menyebutkan bahwa materi geowisata mampu mengubah cara pandang siswa terhadap nilai lingkungan, sosial, dan edukasi kawasan Bromo. Ia juga mendorong integrasi materi ini ke dalam kegiatan kokurikuler seperti Geografi dan Sejarah.

Antusiasme turut terlihat datang dari para siswa. Rahayu, salah satu siswa, menilai materi yang disampaikan mudah dipahami berkat ilustrasi visual yang disajikan. Meski demikian, para siswa juga mengusulkan adanya praktik lapangan dan video interaktif agar pemahaman geosite dapat diperoleh secara langsung di lokasi.

Sebagai tindak lanjut, tim Abmas ITS ini merekomendasikan transformasi pariwisata Bromo menuju geowisata berbasis sains melalui pemasangan papan interpretasi di geosite, integrasi peta KRB pada infrastruktur wisata, serta pengembangan Virtual Geotour. Langkah ini diharapkan memperkuat upaya menuju UNESCO Global Geopark sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals(SDGs). Khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui edukasi kebencanaan dan pelestarian warisan geologi. (*)

Berita Terkait