ITS News

Selasa, 06 Januari 2026
05 Januari 2026, 14:01

Tim Abmas ITS Kenalkan Pelapis Ramah Lingkungan pada Kapal Nelayan

Oleh : indahts | | Source : -

Para nelayan di Kalirejo, Pasuruan yang menjadi peserta pelatihan bersama Tim Abmas ITS usai mengikuti kegiatan

Pasuruan, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan perannya dalam menghadirkan solusi teknologi tepat guna bagi masyarakat pesisir. Melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas), ITS mengembangkan teknologi pelapisan infrastruktur kapal berbasis silika dari Deoiled Bleaching Earth (DBE) untuk mengatasi masalah korosi dan fouling pada kapal nelayan di Kalirejo, Pasuruan.

Kegiatan pelatihan dan pengembangan teknologi ini dilaksanakan pada 28 November 2025 dan melibatkan nelayan serta kelompok masyarakat pesisir setempat. Program tersebut dipimpin oleh dosen Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS Vania Mitha Pratiwi ST MT bersama lima mahasiswa Teknik Material, satu mahasiswa Teknik Informatika, dan tiga mahasiswa Teknik Kelautan.

Korosi dan fouling menjadi tantangan utama bagi nelayan karena dapat menurunkan performa kapal serta meningkatkan biaya operasional. Paparan air laut mempercepat proses korosi, sementara penempelan organisme laut seperti alga dan teritip menyebabkan hambatan hidrodinamika. Menjawab permasalahan tersebut, tim ITS menghadirkan pelapisan berbasis nano-silika yang diekstraksi dari DBE, limbah industri dengan kandungan silika (SiO₂) tinggi.

Tim KKN Abmas ITS bersama para nelayan di pesisir Kalirejo, Pasuruan melakukan kegiatan pelatihan pelapisan kapal berbasis silika untuk mengatasi masalah korosi dan fouling pada lambung kapal

Pelatihan diawali dengan pengenalan DBE sebagai bahan baku ramah lingkungan, dilanjutkan dengan pemaparan proses ekstraksi nano-silika. Selanjutnya, peserta juga dibimbing secara langsung dalam pembuatan cat berbasis nano-silika dan teknik aplikasinya pada lambung kapal nelayan.

Tim Abmas ITS juga melakukan simulasi uji pelapisan menggunakan sampel material kapal milik nelayan setempat. “Pelapisan berbasis nano-silika ini diharapkan mampu memberikan perlindungan lebih tahan lama terhadap korosi dan fouling, sehingga frekuensi perawatan kapal dapat ditekan. Selain itu, pemanfaatan DBE juga mendukung pengurangan limbah industri,” jelas Vania.

Antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh para peserta pelatihan. Salah satu nelayan menyampaikan bahwa teknologi ini sangat membantu dalam menekan biaya perawatan kapal sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut. Menurutnya, penggunaan bahan ramah lingkungan menjadi nilai tambah yang penting bagi keberlanjutan usaha perikanan.

Demonstrasi pelatihan pelapisan kapal berbasis nano-silika dari DBE yang dilakukan oleh Mahasiswa tim KKN Abmas ITS. Para peserta sedang menyaksikan langsung proses aplikasi pelapisan pada lambung kapal

Para peserta pelatihan sedang menyaksikan langsung proses aplikasi pelapisan pada lambung kapal saat dilakukan demonstrasi pelapisan kapal berbasis nano-silika dari DBE yang dilakukan oleh mahasiswa tim KKN Abmas ITS

Selain memberikan manfaat ekonomi langsung, kegiatan ini turut mendukung pelestarian lingkungan laut dengan mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya yang umum terdapat pada pelapis kapal konvensional. Pemanfaatan limbah industri DBE juga berkontribusi pada pengurangan potensi pencemaran lingkungan.

Melalui program ini, ITS berharap inovasi pelapisan kapal berbasis nano-silika dapat diadopsi lebih luas oleh masyarakat pesisir di berbagai daerah. Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 14 (Ekosistem Laut) dalam mendorong industri perikanan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. (*)

Berita Terkait