ITS News

Rabu, 17 Juli 2024
20 Juni 2024, 15:06

Integrasi Data Maritim: Solusi Transportasi Laut Indonesia

Oleh : itsbar | | Source : ITS Online
Dosen Departemen Teknik Transportasi Laut ITS Ir Irwan Tri Yunianto ST MT

Dosen Departemen Teknik Transportasi Laut ITS Ir Irwan Tri Yunianto ST MT jelaskan pentingnya integrasi maritim untuk transformasi transportasi laut Indonesia

Kampus ITS, ITS News — Wilayah kelautan yang luas membuat Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam mengoptimalkan manajemen maritimnya, tak terkecuali dalam hal integrasi data. Persoalan tersebut terus menggerogoti langkah Indonesia dalam memanfaatkan laut sebagai wahana transportasi yang aman dan efisien. Lantas, bagaimana Indonesia mampu keluar dari belenggu tersebut?

Dosen Departemen Teknik Transportasi Laut (DTTL) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ir Irwan Tri Yunianto ST MT mengungkapkan, tantangan pengembangan transportasi laut di Indonesia bukan melulu soal kualitas sumber daya manusia yang belum maksimal. “Faktor penghambat yang tak kalah penting adalah data maritim Indonesia yang belum terintegrasi,” ucapnya.  

Irwan menjelaskan, transportasi laut sejatinya merupakan proses pemindahan barang ataupun manusia dari tempat asal ke tujuan menggunakan kapal sebagai moda transportasi. “Dalam prosesnya, tentu membutuhkan banyak data dalam perencanaan hingga eksekusi,” beber Sekretaris DTTL tersebut.

Proses transportasi laut didasarkan oleh beberapa konsep, salah satunya adalah transportabilitas. Lebih rinci, Irwan mengungkapkan bahwa transportabilitas merupakan tingkat kemudahan suatu pengangkut dalam memindahkan barang, manusia, ataupun informasi. Ia menggarisbawahi, konteks pengangkutan yang dimaksud dalam transportasi laut ini perlu disertai dengan diperolehnya keuntungan atau nilai tambah.

Menilik transportabilitas lebih dalam, alumnus Departemen Teknik Perkapalan ITS itu menyebutkan, konsep transportasi laut dipengaruhi oleh karakteristik muatan dan faktor eksternal. Karakteristik muatan antara lain tingkat kerapuhan, kekerasan, kerusakan, volume, berat, hingga nilai dari suatu muatan. “Hal ini akan menentukan jenis kapal yang akan digunakan, biaya kapal, dan keuntungan yang perlu dipertimbangkan,” terangnya.

Di sisi lain, faktor eksternal pada transportabilitas dipengaruhi oleh regulasi, batasan, hingga tarif yang dikenakan pada proses transportasi laut. “Tanpa sumber data yang terintegrasi, maka jangan heran jika proses transportasi laut tidak berjalan dengan optimal,” imbuh Irwan khawatir.

Gambar bongkar muat di pelabuhan

Kegiatan bongkar muat di pelabuhan sebagai salah satu bentuk dari proses transportasi laut

Informasi sesederhana jumlah pelabuhan, jumlah kapal, hingga jumlah bongkar muat yang telah berlangsung di Indonesia pun saat ini belum tersedia secara terpadu. “Untuk pelabuhan-pelabuhan besar mungkin sudah tersedia, tetapi bagaimana dengan pelabuhan kecil?” tegas Dosen mata kuliah Merancang Kapal itu.

Kepala Laboratorium Transportasi Laut dan Logistik ITS ini melantaskan, akar permasalahan dari data center maritim ialah belum adanya badan yang menaungi dan menginisiasi proses pengintegrasian data maritim. Siapa yang melakukan, sistem apa yang diterapkan, hingga lembaga yang bertanggung jawab masih sangat abu-abu hingga detik ini. 

Padahal, pengintegrasian data maritim dapat mendongkrak industri maritim Indonesia menjadi semakin pesat. Adanya sumber data yang lengkap dapat mempermudah para ahli transportasi laut dalam merancang perencanaan transportasi laut. “Kami akan semakin mudah menentukan rute transportasi yang paling efisien dan memenuhi permintaan pasar,” jelas Irwan.

Selain mempermudah perencanaan, hadirnya data center maritim mampu mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada di Indonesia. Baik pemerintah, perusahaan, maupun masyarakat dapat mengetahui secara jelas potensi ekonomi dan strategi meningkatkan progresivitas industri Indonesia secara menyeluruh.

Maka dari itu, Irwan dan seluruh dosen dari DTTL pun bersiap untuk menempa lulusan Teknik Transportasi Laut yang andal dalam mewujudkan langkah besar ini. “Sehingga, roda transformasi maritim dapat bergerak dan membawa Indonesia mencapai poros maritim dunia secara bertahap,” tukasnya optimistis. (*)

Reporter: Hibar Buana Puspa
Redaktur: Difa Khoirunisa

Berita Terkait