ITS News

Rabu, 17 Juli 2024
10 Juni 2024, 05:06

Dorong Pengembangan Ekonomi Lokal, ITS Adakan FGD dengan Masyarakat

Oleh : itsmif | | Source : ITS Online
Para pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Ma'had Islam Riyadhotul Uqul beserta Ketua Abmas ITS Arwi Yudhi Koswara ST MT seusai FGD berlangsung

Para pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Ma’had Islam Riyadhotul Uqul beserta Ketua Abmas ITS Arwi Yudhi Koswara ST MT seusai FGD berlangsung

Kampus ITS, ITS News — Terus mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal, Pusat Kajian Kebijakan Publik (PKKPBI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali gelar Focus Group Discussion (FGD) dengan masyarakat. Gelar wicara yang merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) ini dilaksanakan di MTs Negeri 3 Malang, Minggu (2/6).

Ketua Abmas ITS, Arwi Yudhi Koswara ST MT menyebutkan kegiatan ini menjadi bagian lanjutan dari program One Pesantren One Product (OPOP) besutan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Dalam hal ini, Dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ini ingin mengajak pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berada di wilayah Ma’had Islam Riyadhotul Uqul, Malang untuk berkonsolidasi.

Pada sesi pemaparan, Arwi menjelaskan bahwa terdapat lima aspek yang menjadi program penguatan OPOP. Kelimanya adalah pola kelembagaan, proses produksi, pelatihan pengembangan, pendampingan UMKM, dan sertifikasi halal. “Pada pendekatan yang pertama ini, kami melakukan analisis prioritas kebutuhan UMKM untuk pengembangan selanjutnya,” jelasnya.

Ketua Abmas ITS Arwi Yudhi Koswara ST MT ketika menerangkan materi analisis potensi usaha kepada pegiat UMKM

Ketua Abmas ITS Arwi Yudhi Koswara ST MT ketika menerangkan materi analisis potensi usaha kepada pegiat UMKM

Adapun, metode analisis yang digunakan dalam melacak potensi pengembangan UMKM ini adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Pada metode ini ditinjau beberapa komponen berdasarkan kondisi terkini dari para UMKM. “Beberapa di antaranya memerlukan sumber modal, peningkatan proses produksi, hingga strategi pemasaran,” terang dosen yang tengah menjabat sebagai Wakil Kepala PKKPBI ITS ini. 

Arwi melanjutkan, setelah terselenggaranya kegiatan ini nantinya akan dilakukan pendampingan UMKM oleh beberapa pegiat sociopreneur dari ITS. Sociopreneur sendiri merupakan salah satu program dari PKKPBI ITS yang terdiri atas para aktivis mahasiswa sebagai penggerak ekonomi masyarakat.  “Harapannya mereka dapat terjun langsung ke lapangan untuk memberikan solusi serta mengatasi limitasi-limitasi yang dihadapi oleh UMKM,” ungkap Arwi.

Ke depannya, Arwi berharap agar program ini dapat meningkatkan kapasitas para pegiat UMKM yang berada di wilayah Ma’had Islam Riyadhotul Uqul. Selain itu, lewat kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang bagi UMKM untuk menerima bantuan modal dari intansi terkait. “Semoga dengan adanya pendampingan dan pengembangan UMKM ini dapat menjadi potensi besar ke depannya,” tutupnya penuh harap. (*)

Reporter: Mifda Khoirotul Azma
Redaktur: Nurul Lathifah

Berita Terkait