ITS News

Senin, 17 Juni 2024
30 Mei 2024, 21:05

Bersama PLN, ITS Perkuat Studi Kelayakan untuk Pembangkit Listrik

Oleh : itsqil | | Source : ITS Onlline
Gambar sambutan direktur DKPU ITS

Direktur Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) ITS, Tri Joko Wahyu Adi ST MT PhD memberi sambutan dalam acara FGD ITS bersama PT PLN (Persero) Kantor Pusat

Surabaya, ITS News – Guna mendukung pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama PT PLN (Persero) Kantor Pusat. Acara yang membahas tentang strategi pemanfaatan energi pada sektor kelistrikan ini berlangsung di Hotel Oakwood Surabaya, Kamis (30/5).

Direktur Kerjasama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) ITS, Tri Joko Wahyu Adi ST MT PhD mengungkapkan bahwa kajian ini membahas penyusunan dokumen prastudi kelayakan, studi kelayakan, dan engineering design pembangkit listrik menggunakan energi terbarukan. Diantaranya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL), Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL), dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Laut (PLTPL).

Foto Executive Vice President (EVP) Divisi Manajemen Aset, Enjiniring dan Sistem Manajemen Terintegrasi (DIV MES) PLN Kantor Pusat, Job Syam memberi sambutan dalam acara FGD ITS bersama PT PLN

Executive Vice President (EVP) Divisi Manajemen Aset, Enjiniring, dan Sistem Manajemen Terintegrasi (DIV MES) PLN Kantor Pusat, Job Syam hadir memberi sambutan dalam acara FGD ITS bersama PT PLN (Persero) Kantor Pusat

Guru Besar Departemen Teknik Kelautan ITS, Prof Ir Mukhtasor MEng PhD menyoroti tingginya potensi energi laut yang dapat dikembangkan menjadi peluang industri baru. Namun, Indonesia justru masih tertinggal dalam pemanfaatan energi laut pada sektor kelistrikan. “Oleh karena itu, dilakukan diskusi dengan para praktisi untuk mendapatkan masukan terkait ketiga dokumen tersebut,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Dosen Departemen Teknik Kelautan ITS, Dr Eng Shade Rahmawati ST MT memaparkan bahwa pengukuran data energi kinetik di laut menjadi tahap awal sebelum memulai prastudi kelayakan, studi kelayakan, dan engineering design. “Pada tahap ini dilakukan pemodelan matematis melalui dua tahap analisis, yakni analisis lokasi dan analisis potensi,” ungkap alumnus Universitas Hiroshima itu.

Gambar Dr Eng Shade Rahmawati ST MT serta empat pemantik diskusi

(dari kiri) Dr Eng Shade Rahmawati ST MT serta empat pemantik diskusi, Dr Dendy Satrio S ST, Prof Ir Mukhtasor MEng PhD, Dr Eng Rudi Walujo Prastianto ST MT dan Dr Sony Junianto ST membahas potensi gelombang untuk pembangkit listrik

Lebih lanjut, analisis lokasi ini melibatkan beberapa variabel. Hal itu dilakukan dengan mengumpulkan empat jenis data, yakni data pasang surut air laut, batimetri, gelombang, serta geoteknik dan morfologi dasar laut. Sementara itu, pada analisis potensi terdapat analisis harmonik pasang surut, pemodelan numerik, survey lapangan, dan perhitungan dalam potensi teoritis.

Sejalan dengan pernyataan Shade, Dosen Laboratorium Konstruksi Teknik Laut, Dr Eng Rudi Walujo Prastianto ST MT menyebutkan bahwa penelusuran potensi besar kecilnya gelombang turut memengaruhi keberhasilan konversi energi laut menjadi pembangkit listrik. Hasil penelusuran tersebut ditampilkan sebagai titik-titik gelombang yang akan dikembangkan lebih dalam menggunakan teknologi yang sesuai.

Foto Prananda Navitas ST MSc PhD saat menyampaikan materi tentang aspek resiko dan lingkungan

(dua dari kanan) Prananda Navitas ST MSc PhD dalam diskusi tentang materi aspek sosial lingkungan dan aspek risiko di PT PLN (Persero) 

Melanjutkan sesi diskusi sebelumnya, Dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS Prananda Navitas ST MSc PhD memaparkan bahwa penerapan analisis prastudi kelayakan, studi kelayakan dan engineering design tidak hanya melihat dari potensi perekonomian saja. Namun juga harus memperhatikan aspek sosial lingkungan dan dampak yang ditimbulkan. “Hal tersebut bertujuan menekan adanya risiko agar sesuai dengan praktik terbaik di PT PLN (Persero),” tambahnya.

Mengakhiri sesi diskusi, Mukhtasor kembali menegaskan peran kolaborasi antar pihak untuk mendukung akselerasi sektor kelistrikan. Dalam hal ini, ITS telah mengimplementasikan kerjasama dengan sektor industri yakni PT PLN sejak lama, baik melalui riset energi maupun akademik. “Dengan kerjasama tersebut diharapkan juga dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk melebarkan potensinya di ranah industri,” tutupnya dengan penuh harap. (*)

 

Reporter: Hani Aqilah Safitri
Redaktur: Regy Zaid Zakaria

Berita Terkait