ITS News

Rabu, 29 Mei 2024
13 Januari 2024, 09:01

Bareng Kinaxia Logistics, Mahasiswa ITS Dukung Keberagaman Lewat Magang

Oleh : itsbim | | Source : ITS Online
Gambar mahasiswa ITS bersama kinaxia

Tiga mahasiswa DTSI ITS bersama Managing Director Panic Transport James Scott (dua dari kanan)

Kampus ITS, ITS News –  Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (DTSI ITS) bersama Coventry University Inggris mengadakan program magang di Kinaxia Logistics. Melalui program magang ini, tiga mahasiswa DTSI ITS dukung keberagaman lewat bidang logistik dan transportasi.

Mereka adalah Aiko Ramadhani Andzani, Gianina Letisha Pramesti, dan Shaleh Azim Prabowo. Dibawah bimbingan Prof Benny Tjahjono dari Coventry University, ketiganya berhasil mencicipi pengalaman bekerja dalam industri pekerjaan logistik dan transportasi di Kinaxia Logistics. Program magang ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan para mahasiswa tersebut terhadap lingkungan kerja yang ada di luar Indonesia. 

Benny mengungkapkan bahwa Kinaxia Logistics merupakan perusahaan bidang logistik dan transportasi yang mengutamakan inklusi dan keberagaman. Menurutnya, kerjasama tersebut nantinya dapat membantu perusahaan dan mahasiswa untuk mendapatkan manfaat yang setimpal. “Perusahaan mendapatkan inovasi yang cemerlang serta mahasiswa mendapatkan pengalaman yang berharga,” terangnya.

Gambar mahasiswa ITS analisis value canvas

Para mahasiswa DTSI ITS melakukan analisis Kinaxia Logistics menggunakan framework value proposition canvas

Kesempatan magang ini berhasil memberi pemahaman yang komprehensif kepada para mahasiswa tersebut pada proses maupun komplikasi operasional dalam sektor logistik dan transportasi. Masalah yang sering ditemui khususnya di Panic Transport, salah satu anak perusahaan milik Kinaxia adalah rendahnya minat perempuan muda untuk berkecimpung di bidang transportasi. “Masalah tersebut berhasil mendorong mahasiswa untuk melakukan riset dan analisis,” imbuhnya.

Melalui berbagai riset dan analisis, ungkap salah satu adjunct professor ITS ini, ketiga mahasiswa tersebut berhasil memberikan solusi kepada Kinaxia Logistics. Solusi tersebut bertujuan mendorong Kinaxia Logistics untuk untuk berani menerima unsur perbedaan demi tercapainya inovasi dan pemecahan masalah yang rumit. “Solusi ini tentunya diterima baik oleh perusahaan dan memperluas pandangan para pimpinan Kinaxia terhadap diversity,” ungkapnya.

Dengan adanya program magang tersebut, Professor of Sustainability and Supply Chain Management tersebut berharap ke depannya ITS bisa mencetuskan program-program yang serupa. Ia juga mengharapkan para mahasiswa ITS untuk memiliki ambisi setinggi-tingginya untuk bisa belajar di luar negeri. “Kami tunggu kontribusi ITS ke depannya, seluruh dunia perlu tahu bahwa ITS itu hebat,” tutupnya berharap. (*)

 

Reporter: Bima Surya Samudra
Redaktur: Regy Zaid Zakaria

Berita Terkait