ITS News

Senin, 30 Januari 2023
27 November 2022, 14:11

PWK ITS Ajarkan Tahap dalam Mengembangkan WebGIS

Oleh : itsojt | | Source : -

Ahmad Zaenun Faiz membuka materi mengenai Road map to Build Complete WebGIS

Kampus ITS, ITS News — Departemen Perencanaan Wilayah Kota (PWK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengadakan kuliah tamu dalam rangka meningkatkan pengetahuan terkait ilmu perencanaan kota berbasis GIS (Geographic Information System). Kuliah tamu yang diadakan dua hari sejak Sabtu (19/11) tersebut mengenalkan materi mengenai road map dalam mengembangkan WebGIS.

Data Management Officer Yayasan Kaleka, Ahmad Zaenun Faiz, menjelaskan bahwa WebGIS merupakan sebuah teknologi yang dapat menampilkan data analisis spasial, yaitu data yang memiliki referensi ruang kebumian (georeference). “Dalam hal ini, terdapat istilah WebGIS development yang merupakan keahlian dalam mengembangkan konsep WebGIS,” ungkap pemateri pada kuliah tamu berjudul How to Build WebGIS for Urban Planning tersebut.

Pria yang akrab disapa Faiz itu mengatakan bahwa dalam mempelajari WebGIS, terdapat road map yang dapat diikuti. Konten dalam road map tersebut meliputi penguasaan terhadap GIS Desktop APPS sebagai tahap awal, front-end development sebagai tahap kedua, dan back-end development sebagai tahap final. Menurut Faiz, ketiga hal ini penting dalam penguasaan WebGIS development karena saling berhubungan.

Ahmad Zaenun Faiz ketika sedang menjelaskan road map dalam pengembangan WebGIS

Dimulai dari GIS Desktop, pengguna diminta untuk memahami dan menguasai aplikasi seperti QGIS, ArcGIS Pro, dan ArcMap. Tahap ini menjadi penting karena merupakan tahap dasar dari penguasaan WebGIS. “Jika (GIS Desktop, red) tidak dikuasai, maka tahap berikutnya tidak dapat digapai,” tambah Faiz.

Selanjutnya, lulusan fakultas geografi Universitas Gadjah Mada tersebut menjelaskan mengenai front-end development. Front-end merupakan segala hal yang terlihat dalam website, seperti tombol, tautan, dan animasi. Teknologi yang menunjang front-end development antara lain adalah Leaflet.js dan Openlayers. Tak hanya itu, pada front-end development, berbagai bahasa pemrograman juga perlu dikuasai. “Java Script, HTML, dan C11, adalah beberapa bahasa yang harus dikuasai,” ungkap spesialis GIS di Ertim Conservation Institute ini.

Tahap terakhir yang dijelaskan Faiz yaitu back-end development. Faiz mengatakan bahwa back-end development merupakan tahap pembuatan kode untuk mengelola database agar dapat berkomunikasi antar sesama. Faiz mengibaratkan back-end development sebagai sebuah mesin yang tidak terlihat dari luar, tetapi penting sebagai penggerak sebuah WebGIS, sedangkan front-end development sebagai body depan yang terlihat dari luar.

Dalam penggunaannya, back-end development dapat dioperasikan dengan bahasa pemrograman seperti python, C11,  dan Django. Dilanjutkan dengan ekstensi spasial yang dapat dilakukan oleh software seperti PostgreSQL serta postGIS. Diakhiri oleh konektor antara front-end dan back-end yang dapat dilakukan oleh software seperti Geoserver. (*)

 

Reporter: Ahmad Farhan Alghifari
Redaktur: Muhammad Miftah Fakhrizal

Berita Terkait