ITS News

Selasa, 29 November 2022
15 November 2022, 08:11

Tingkatkan Kualitas Lulusan, Teknik Kimia ITS Gelar FGD

Oleh : itsojt | | Source : ITS Online

Kepala Departemen Teknik Kimia ITS, Dr Eng Widiyastuti ST MT memaparkan materi terkait evaluasi kurikulum DTK ITS

Kampus ITS, ITS News — Kesiapan lulusan untuk terjun ke dunia kerja tidak hanya diukur dari kemampuan akademik belaka. Guna menghimpun saran alumni terkait peningkatan kualitas lulusan, Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (DTK ITS) bersama Alumni Teknik Kimia ITS (Altekimits) menggelar evaluasi kurikulum melalui Focus Group Discussion, Jumat (11/11).

Kepala DTK ITS, Dr Eng Widiyastuti ST MT menuturkan bahwa selama dua tahun terakhir, alumni DTK terus berkontribusi aktif dalam pengembangan kemampuan mahasiswa departemennya. Kontribusi tersebut diantaranya berupa pemberian kuliah tamu dan keikutsertaan mereka dalam memberi saran terhadap perancangan kurikulum. “Bantuan ini diupayakan agar kita dapat mencapai pemenuhan kriteria lulusan yang ideal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Widiya menerangkan indikator kriteria ideal yang tertera dalam Profil Profesional Mandiri (PPM) DTK ITS. Diantaranya adalah kemampuan penguasaan ilmu keteknikkimiaan, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, hingga kemampuan dalam memecahkan masalah. “Kriteria tersebut juga termasuk budaya kerja mandiri, kemampuan kerja sama tim, dan kontribusi untuk bangsa,” tambahnya.

Peserta forum tengah berdiskusi tentang evaluasi kurikulum DTK ITS

Merespon target tersebut, para alumni yang hadir menyoroti beberapa hal yang dianggap perlu dibenahi. Direktur Pam Objek Vital Polda Bengkulu, Ir Mohammad Arifin menimpali bahwa dibutuhkan adanya keselarasan pengembangan antara hard skill dan soft skill pada lulusan DTK ITS. Dalam kesempatan ini, ia menyarankan adanya penambahan kurikulum terkait keselamatan industri dan kepemimpinan. “Perlu juga ditambahkan pengetahuan terkait batasan hukum negara dan soft skill lain,” tambahnya.

Selaras dengan pernyataan tersebut, Direktur Human Resources Bentoel Group, Widyo Rulyantoko ST turut berujar bahwa kebanyakan lulusan DTK ITS masih kurang dalam tiga aspek. Aspek tersebut ialah kemampuan berkolaborasi dalam tim, rasa ingin tahu, serta kelincahan. “Sebisa mungkin ciptakan lingkungan yang mengacu pada persiapan kerja melalui kurikulum yang linier,” bebernya.

Direktur Supply Chain dan Operasi Pepsi Co, Ayok Nugroho ST yang turut hadir pada diskusi ini juga mengatakan bahwa perlu adanya kajian kembali untuk mencari jawaban terkait realisasi optimal dari kurikulum yang dirancang. Ia menekankan efektivitas penyampaian materi mata kuliah perlu menjadi catatan. “Salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan mengikutsertakan pengajar ke dunia industri juga,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Shafa Annisa Ramadhani
Redaktur: Erchi Ad’ha Loyensya

Berita Terkait