ITS News

Senin, 28 November 2022
13 November 2022, 14:11

Bantu Tunadaksa Pascaamputasi, Tim Abmas ITS Kembangkan Hand Orthotics

Oleh : itsly | | Source : ITS Online

Tim Abmas Teknik Biomedik ITS bersama subjek tunadaksa di Griya Orthocare Sidoarjo

Kampus ITS, ITS News –  Tak henti memberi kontribusi bagi masyarakat, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus kembangkan produk inovatif. Kali ini, tim Abdi Masyarakat (Abmas) Departemen Teknik Biomedik ITS ciptakan alat bantu tangan yang membantu penyandang disabilitas tangan pascaamputasi akibat kecelakaan kerja dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ketua tim Abmas sekaligus Kepala Departemen Teknik Biomedik ITS, Dr Achmad Arifin ST MEng mengungkapkan, kegiatan pengembangan alat bantu tangan ini menjawab permasalahan para korban tunadaksa akibat kecelakaan kerja yang tidak dapat melanjutkan pengobatan lantaran terkendala biaya. “Tentu saja, subjek kami tidak perlu khawatir terkait masalah biaya, karena secara keseluruhan proses pembuatan alat ini didanai oleh ITS,” ungkap Arifin, sapaan akrabnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 92 dari 120 juta pekerja di Indonesia yang perlu dilindungi. Hal ini menjadi cerminan bahwa angka kecelakaan kerja di Indonesia masih tergolong tinggi dan belum sepenuhnya tertangani oleh lembaga penyelenggara jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. Akibatnya, tidak semua korban kecelakaan kerja memiliki bantuan biaya yang cukup dalam proses pengobatan mereka.

Kasus tersebut menjadi potongan kisah yang dialami subjek tim Abmas ITS, Samsyul Arif, yang mengalami kecelakaan kerja dan sedang terkendala biaya. Kecelakaan kerja yang dialaminya pada masa lampau menyebabkan lengan kanan dan kirinya harus diamputasi. Hal ini tentu saja menghambat segala aktivitas Samsyul yang membutuhkan fungsi motorik dari lengan. 

Menjawab permasalahan tersebut, tim Abmas ITS bersama Griya Orthocare Sidoarjo melakukan riset untuk membantu pria asal Gresik ini dengan membuatkan tangan buatan atau hand orthotics. Produk ini yang tidak hanya memiliki fungsi medis, namun juga fungsi kosmetik yang memudahkan para tunadaksa menjalankan rutinitas sehari-hari layaknya memiliki organ serupa. 

Tahapan pengukuran tubuh bagian atas dan fitting cetakan lengan bawah dari subyek tunadaksa

Kegiatan Abmas ini dimulai dengan tahap diskusi. Selanjutnya, dilakukan wawancara serta pengukuran tubuh bagian atas dari subyek tunadaksa. Pada tahapan selanjutnya, dilakukan fitting cetakan lengan bawah. Proses fitting ini dilakukan dengan memanfaatkan material berbasis gipsum. Setelah produk tangan buatan tersebut jadi, maka pemasangan hand orthotics pada subjek dapat mulai dilakukan. “Desain produk dibuat secara custom menyesuaikan kondisi tangan subjek, hal ini menjadi pembeda dengan hand orthotics yang dijual di pasaran,” imbuh Arifin. 

Kegiatan pengembangan produk yang telah berjalan selama kurang lebih satu tahun terhitung sejak September 2021 ini mendapatkan respon baik dari Samsyul sebagai subjek tunadaksa. Ia mengungkapkan, dirinya merasa terbantu dengan pengembangan hand orthotics tersebut. ”Semoga nantinya bisa terus disempurnakan dan subjek yang dibantu oleh tim Abmas ITS bisa terus bertambah supaya manfaatnya dirasakan orang banyak,” paparnya penuh harap. (*)

 

Reporter: Shauma Aulya Zahra
Redaktur: Raisa Zahra Fadila

Berita Terkait