ITS News

Selasa, 29 November 2022
11 November 2022, 07:11

KKN Abmas ITS Sumbang Konverter Kit Mesin Diesel pada Nelayan Sidoarjo

Oleh : itsjev | | Source : ITS Online

Tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama nelayan Desa Kalanganyar, Sidoarjo

Kampus ITS, ITS News – Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) memengaruhi kegiatan operasional nelayan dalam menggerakkan mesin kapal sehingga berdampak kepada pendapatan mereka. Mengatasi hal tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membantu masyarakat nelayan di Desa Kalanganyar, Sidoarjo melalui pemberian konverter-kit dual fuel mesin diesel.

Ketua tim KKN Abmas ITS, Adhi Iswantoro ST MT menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk menunjang operasional nelayan dan beranggotakan lima orang dosen dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan, tepatnya Laboratorium Mesin Kapal (Marine Power Plan). Sementara itu, keempat anggota lain yang terlibat adalah Prof Semin ST MT PhD, Prof Ir Aguk Zuhdi Muhammad Fathallah MEng PhD, Dr I Made Ariana ST MT, dan Beny Cahyono ST MT PhD.

Kegiatan yang berlangsung pada September ini menargetkan kepada masyarakat nelayan sebab nelayan merupakan salah satu komponen penggerak ekonomi nasional bahkan internasional untuk kegiatan ekspor hasil laut. Adhi pun menyambung bahwa bahan bakar bensin digunakan nelayan yang menggunakan kapal bermesin otto, sementara bahan bakar solar digunakan nelayan yang memakai kapal bermesin diesel.

Adhi juga menjelaskan, konverter mesin dual fuel yang disumbangkan ini merupakan inovasi untuk menghemat penggunaan solar dan pengembangannya dapat diaplikasikan pada mesin diesel penggerak kapal nelayan dengan memanfaatkan Liquified Petroleum Gas (LPG) sebagai bahan bakar mesin diesel. Alat tersebut dipasang pada kapal nelayan untuk diuji berlayar selama beberapa menit di laut. “Kita langsung melakukan uji coba berlayar selama beberapa menit dan hasilnya bagus,” ujarnya.

Tim KKN Abmas ITS saat menunjukkan cara mengoperasikan konverter kit dual fuel mesin diesel

Pentingnya mesin dual fuel, sambung Adhi, dapat menekan pengeluaran nelayan sebab nelayan membutuhkan solar sekitar tujuh liter dalam sehari untuk mesin diesel. Apabila harga solar per liter harganya Rp6.800, maka nelayan akan menghabiskan adalah Rp47.600 untuk bahan bakar. Namun, mesin dual fuel menggunakan satu tabung LPG ukuran tiga kilogram seharga Rp18.000 dan tiga liter solar seharga Rp20.400. “Jika ditotal menjadi Rp38.400 dan biaya operasional mesin bisa ditekan,” papar Adhi.

Dengan demikian, Adhi pun berkata bahwa kegiatan ini mendapat respons dan dukungan baik dari masyarakat nelayan. Tidak ada kendala selama proses uji coba tidak yang dihadapi oleh tim KKN Abmas ITS dan masyarakat nelayan merasa terbantu dengan adanya mesin dual fuel ini di tengah mahalnya BBM. “Kenaikan BBM membuat penghasilan nelayan menurun dan nelayan bisa menaikkan harga hasil laut mereka untuk menutupi kebutuhan pembelian BBM,” tutur alumnus ITS tersebut.

Mesin konverter kit dual fuel mesin diesel yang diberikan tim KKN Abmas ITS kepada masyarakat nelayan Desa Kalanganyar

Lebih lanjut, laki-laki berkacamata itu menginformasikan bahwa kegiatan KKN Abmas yang mereka jalankan merupakan lanjutan dari tahun sebelumnya. Di mana, pada 2021 tim KKN Abmas ITS juga melakukan kegiatan serupa di Kampung Nelayan Bulak, Surabaya. Meskipun demikian, tim KKN Abmas ITS tidak berhenti pada pemasangan alat saja, tetapi juga memberikan tata cara bagaimana mengoperasikan mesin dual fuel kepada masyarakat nelayan.

Ke depannya, Adhi berharap agar tim KKN Abmas ITS, khususnya Departemen Teknik Sistem Perkapalan senantiasa membantu nelayan secara konsisten. Tidak hanya itu, adanya kegiatan ini dapat menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan di kampus bisa dimanfaatkan langsung masyarakat. “Tujuan mengubah mesin single fuel menjadi mesin dual fuel ini, agar biaya operasional nelayan bisa lebih rendah.” tutup laki-laki kelahiran 1991 itu. (*)

Reporter: Yanwa Evia Java

Berita Terkait