ITS News

Jumat, 02 Desember 2022
05 November 2022, 08:11

Dukung SDGs, Tekkim ITS Gelar ISFAChE yang Keempat

Oleh : itsojt | | Source : ITS Online

Sambutan yang berisi peran Teknik Kimia untuk dukung SDGs oleh ketua pelaksana ISFAChE 2022, Dr Rendra Panca Anugraha ST

Kampus ITS, ITS News – Dewasa ini, pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi topik hangat yang kerap kali dibicarakan oleh para pakar industri di dunia. Hal tersebut menjadi landasan Departemen Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam mengadakan International Seminar on Fundamental and Application of Chemical Engineering (ISFAChE) yang keempat selama dua hari sejak Rabu (26/10).

Ketua pelaksana ISFAChE keempat, Dr Rendra Panca Anugraha, menyebutkan bahwa ISFAChE kali ini merupakan bentuk sumbangsih departemen Teknik Kimia terhadap kemajuan riset di bidang industri secara global.  

Rendra menuturkan bahwa tema The Role of Chemical Engineering Trough Circular Economy to Support Sustainable Development Goals (SDGs) ini diambil berdasarkan permasalahan di bidang industri yang juga selaras dengan tujuan ITS terkait pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, saat ini di Indonesia maupun dunia, tengah mengupayakan proses pengembangan industri yang berkelanjutan. “Karena ini juga merupakan landasan seluruh instansi di dunia dalam melakukan berbagai kegiatan,” ungkapnya.

Dosen Teknik Kimia ini menuturkan, salah satu cara menerapkan prinsip keberlanjutan di industri adalah dengan circular economy. Dengan menerapkan circular economy di bidang industri, maka dapat menghasilkan produk yang lebih bersih dan lingkungan yang lebih sehat. Circular economy sendiri dijelaskan sebagai suatu proses di mana produk hasil konsum yang dihasilkan dapat digunakan kembali menjadi raw material.

Pemaparan materi via zoom terkait Through Circular Economy in Agriculture and Chemical Industry to Support SDGs oleh Ir Dwi Satriyo Annurogo MT IPU

Penerapan sistem ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi limbah yang dihasilkan dan agar pengelolaan suatu produk menjadi lebih hemat. Ia menyebutkan contoh bahan yang dapat diolah kembali seperti biocharcoal, bioplastic,  dan bio nano-composite. Namun, dikatakan olehnya bahwa tidak semua limbah dapat diolah kembali menjadi raw material. “Peran teknologi yang canggih dan tepat sangat diperlukan dalam proses ini,” tutur Kepala Laboratorium Rekayasa Sistem dan Proses ini.

Adanya seminar yang bekerja sama dengan dengan Alumni Teknik Kimia ITS (ALTEKKIMITS) ini juga dapat menjadi wadah untuk saling berdiskusi dan bertukar pengetahuan sehingga para dosen Teknik Kimia ITS dapat menambah wawasan. “Diharapkan dapat memberi pandangan dan gambaran kebijakan terkait industri Indonesia di masa mendatang,” pungkas Rendra. (*)

 

Reporter: Ion30
Redaktur: Muhammad Miftah Fakhrizal

Berita Terkait