ITS News

Rabu, 07 Desember 2022
03 November 2022, 08:11

Pakar Geofisika ITS: Pohon Tumbang Bukanlah Bencana Alam

Oleh : itsojt | | Source : ITS Online

Dosen dan Peneliti Teknik Geofisika ITS, Dr Amien Widodo saat memaparkan materi Pengurangan Risiko Bencana Pohon Tumbang

Kampus ITS, ITS News – Tumbangnya sebuah pohon sering kali terjadi bersamaan dengan angin kencang atau puting beliung. Atas alasan ini, biasanya pohon roboh dianggap sebagai bencana yang terjadi secara alamiah. Namun Dosen dan Peneliti Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Ir Amien Widodo MSi mengungkapkan bahwa pohon tumbang bukanlah bencana alam. 

Diungkapkannya dalam Ngobrol Santai (NGOBRAS) yang diadakan secara daring oleh Departemen Teknik Geofisika, Jumat (28/10), menurut Amien pemikiran tersebut kurang tepat. Hal ini disebabkan fakta yang terjadi di lapangan bahwa saat terjadinya angin puting beliung, dari sekian banyak pohon yang ada, hanya satu atau dua pohon yang tumbang di tempat tersebut.

Peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS ini menjelaskan, tumbangnya sebuah pohon disebabkan karena terdapat masalah pada pohon. Masalah tersebut adalah kondisi pohon yang sudah menua, mengering, keropos, serta akarnya yang sudah tidak kuat menahan beban pohon. “Terdapat beberapa pohon yang meskipun terlihat baik-baik saja di luar, tetapi di dalamnya sudah sangat keropos,” ungkapnya.

Dosen dan Peneliti Teknik Geofisika ITS, Dr Amien Widodo saat memberikan contoh pohon roboh karena kondisinya yang sudah buruk

 

Untuk mengatasi kasus pohon tumbang ini, Amien mengusulkan agar pemerintah daerah membuat kebijakan untuk mengawasi serta mengevaluasi setiap pohon yang ada di tiap daerah. Evaluasi ini dapat dilakukan dengan memperhatikan variabel umur, kondisi fisik, tinggi, diameter, dan lebar dedaunan pohon tersebut. Selain itu, masyarakat juga harus turut berperan aktif dengan melaporkan pohon-pohon yang kondisinya sudah membahayakan.

Dalam kegiatan yang mengusung tema Waspada Angin Puting Beliung tersebut, Amien juga meminta agar tindakan yang dilakukan oleh pemerintah tidak hanya terbatas pada pemotongan dahan-dahan saja. Jika memang kondisi pohon tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda akan roboh, maka langsung saja dirobohkan. “Jangan tunggu angin merobohkannya tanpa arah sampai menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.

NGOBRAS (Ngobrol Santai) sendiri merupakan agenda Departemen Teknik Geofisika ITS guna membahas tentang peristiwa-peristiwa terkini. Pada kegiatan yang menjadi kali kedua di semester ini, Teknik Geofisika ITS juga turut mengundang Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto S Si M T. (*)

 

Reporter: ion18
Redaktur: Raisa Zahra Fadila

Berita Terkait