ITS News

Sabtu, 26 November 2022
01 November 2022, 20:11

Upaya Menekan Biaya Pengeboran Geotermal

Oleh : itsojt | | Source : ITS Online

Ir Yudi Hartono (kiri) dan DR Widya Utama (Kanan) saat memaparkan materi pengeboran geotermal pada Geothermal Goes to Campus 2022

Kampus ITS, ITS News – Faktor biaya masih menjadi masalah penting dalam memanfaatkan potensi geotermal di Indonesia. Ir Yudi Hartono menjelaskan, Selasa (25/10), bahwa hal tersebut perlu ditekan agar mampu memaksimalkan potensi yang ada. 

Menurut Yudi, salah satu bagian yang membuat biaya pengolahan geotermal menjadi besar terletak pada bagian pengeboran. Proses pengeboran sumur geotermal dapat menghabiskan hampir 40 persen dari keseluruhan anggaran proyek. 

Langkah awal yang penting untuk menghemat biaya pengeboran berada pada tahap penyiapan lapangan. Menurut Yudi, metode penyiapan lapangan yang paling baik adalah milik Star Energy. “Desain lapangan yang mereka miliki sangat efisien,” ujar lulusan Departemen Teknik Mesin ITS ini.

Ir Yudi Hartono saat menjelaskan materi pengeboran panas bumi

Yudi menjelaskan bahwa Star Energy membagi lapangan pengeborannya menjadi tiga bagian, yaitu kiri, tengah, dan kanan. Bagian kanan dibuat lebih tinggi dari bagian tengah dan nantinya akan digunakan untuk tempat tinggal para pekerja. Lalu bagian kanan akan dibuat lebih rendah dari bagian tengah yang nantinya akan dipakai untuk penampungan udara. Dan pengeboran akan dilakukan di bagian tengah.

Penyiapan lapangan dengan benar ini akan sangat bermanfaat untuk ke depannya. Salah satu contohnya, jika terdapat kesalahan dalam menentukan tempat penampungan air, maka tidak akan langsung menuju ke alat, sehingga diperlukan pemompaan. Pemompaan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Kalau kita bisa mengurangi pemompaan, maka kita dapat mengurangi biaya,” jelas Yudi.

Ir Yudi Hartono (kiri) dan DR Widya Utama (kanan)

Langkah berikutnya yang dapat dilakukan untuk mengurangi biaya pengeboran adalah dengan mengatur jarak antar sumur agar tidak terlalu dekat. Yudi menjelaskan, jarak ideal untuk tiap-tiap sumur geotermal adalah 15 meter. Hal ini perlu diperhatikan lantaran jarak sumur yang terlalu dekat dapat menimbulkan potensi tabrakan yang semakin besar. “Ketika tabrakan terjadi, maka dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk memperbaikinya,” sambungnya.

Selanjutnya, pengeboran pun perlu diperhatikan lantaran bagian ini memakan biaya yang paling banyak. Ketika seorang insinyur salah memilih menara pengeboran, maka dampak yang ditimbulkan juga akan sangat besar. Dalam memilih menara pengeboran banyak hal yang perlu diperhatikan, seperti komponen-komponen yang akan digunakan, lingkungan dan sebagainya.

Terakhir, Yudi menjelaskan bahwa para insinyur juga perlu memperhatikan pipa dan mata bor yang digunakan. Biaya pengeboran bisa ditekan dengan memilih pipa dan mata bor yang sesuai dengan kebutuhan serta memiliki harga yang lebih murah. “Tak kalah penting, kualitas alat pun tetap harus kita jaga,” ucap Yudi. (*) 

 

Reporter: ion18
Redaktur: Muhammad Faris Mahardika

Berita Terkait