ITS News

Jumat, 09 Desember 2022
30 Oktober 2022, 22:10

Professor Summit 2022 Ajak Bentuk Ulang Pendidikan

Oleh : itsojt | | Source : ITS Online
Prof Ir Rinaldy Dalimi MSc PhD memaparkan materinya di Seminar Nasional Pembangunan Manusia dan Penguasaan Ipteks

Sesi diskusi Professor Summit 2022

Kampus ITS, ITS News — Gelaran Professor Summit 2022, Sabtu (21/10), membawa isu pembangunan manusia dan iptek. Guru Besar Departemen Kimia ITS, Prof Drs Surya Rosa Putra MS PhD mengajak bentuk ulang pendidikan Indonesia.

Menurut Surya, dalam melangkah menuju Indonesia Adil Makmur 2045, perlu ada optimisme nyata di bidang pendidikan. Salah satu wujud optimisme ini adalah dengan membentuk ulang pendidikan. Hal ini dapat mulai dari penataan ulang konsep pendidikan yang telah berlangsung selama ini. 

Masih dalam upaya pembangunan manusia dan penguasaan ipteks, Guru Besar Departemen Kimia ITS, Prof Dr Surya Rosa Putra Ssi Msc PhD mengatakan bahwa menuju visi Indonesia pada tahun 2045 diperlukan adanya reimajinasi pendidikan. Dimulai dari penataan konsep pendidikan yang ada karena menurutnya “Pendidikan itu seharusnya membuat manusia menjadi lebih terdidik bukan malah makin merasa jauh,” terang Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO ini.

Prof Dr Surya Rosa Putra Ssi Msc PhD menjelaskan tentang reimajinasi pendidikan di Indonesia

Prof Drs Surya Rosa Putra Ms PhD menjelaskan tentang pembentukan ulang pendidikan di Indonesia

Surya meyakini, pendidikan adalah salah satu wujud usaha bersama untuk menyediakan pengetahuan dalam membentuk masa depan berkelanjutan. “Oleh karenanya, seharusnya pendidikan mampu membuat manusia menjadi lebih terdidik, bukan sebaliknya,” terang wakil delegasi Indonesia untuk UNESCO ini. 

Di sisi lain, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof Ir Rinaldy Dalimi MSc PhD mengajak untuk beralih dari energi fosil menjadi energi baru dan terbarukan. Perubahan ini akan berdampak kepada industri energi global dan juga kondisi perekonomian dunia. 

Oleh karena itu, menurut Rinaldy, revolusi tersebut dapat dihadapi dengan perubahan besar di dunia pendidikan. “Perlu konsep yang tepat tentang bentuk pendidikan tinggi kita, untuk mempersiapkan sumber daya manusia agar Indonesia dapat melewati perubahan besar yang akan terjadi,” jelasnya. (*)

Reporter: ion3
Redaktur: Muhammad Faris Mahardika

Berita Terkait