ITS News

Rabu, 07 Desember 2022
22 Oktober 2022, 20:10

Bedah Kisah Panji yang Sarat Nilai Kehidupan

Oleh : itsojt | | Source : ITS Online

Mahasiswa Program Mahasiswa Merdeka (PMM) menyimak penturuan kisah Panji di Museum Trowulan, Sabtu (15/10)

Mojokerto, ITS News – Mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di ITS kembali menjelajah warisan sejarah Kerajaan Majapahit, termasuk kisah Panji. Sebuah roman nan sarat nilai kehidupan ini mengisahkan petualangan Raden Panji memperjuangkan tunangannya, Putri Candrakirana. 

Dikisahkan, Raden Panji Inu Kertapati merupakan putra mahkota Kerajaan Jenggala dan terkenal sebagai sosok yang arif lagi bijaksana. Ia memiliki seorang kekasih dari Kerajaan Kadiri, Putri Candrakirana. Kisah keduanya teruji saat mereka harus berpisah akibat konflik politik antar kerajaan. Panji pun mengembara, menyamar menjadi rakyat jelata demi bertemu kembali dengan pujaan hati. Sekian tahun mengembara, Panji akhirnya bertemu kembali dengan Candrakirana dan hidup bahagia.

Mahasiswi program PMM di ITS asal, Windasari menyebutkan bahwa kisah antara dua insan tersebut memberikan nilai moral yang dapat direfleksikan penerus bangsa. Menurutnya, sifat Panji yang sederhana dan merakyat dapat diteladani oleh para pemimpin. “Ketika memegang amanah senantiasa mementingkan kesejahteraan masyarakat,” tutur mahasiswi asal Sumatera Utara ini.

Tidak sebatas itu, menurut Windasari, asa juang pantang menyerah milik Panji dalam mengejar tujuannya pun patut diteladani. Perempuan ini meyakini, mahasiswa selaku kaum intelektual harus terus berjuang di tengah gempuran tantangan. “Kisah Panji ini dapat menjadi pembakar semangat kami (generasi muda, red) untuk memajukan bangsa,” tegasnya semangat.

Pemandu dari Unit Pengelolaan Informasi Majapahit (PIM), Yanti saat menceritakan kisah Panji kepada mahasiswa PMM, Sabtu (15/10)

Pengenalan kisah Panji merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan kunjungan napak tilas sejarah program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Naradamping kegiatan, Eksi Galih Kenya Paramita menyebutkan bahwa agenda ini menjadi sarana mahasiswa PMM dalam memahami peradaban Indonesia. 

Mahasiswi Teknik Geofisika ITS ini menambahkan bahwa peserta akan merefleksikan hasil analisis mereka ke dalam bentuk poster dan video. “Setelahnya, peserta dapat menyebarkan wawasan tersebut ke rekannya di daerah masing-masing,” pungkas Kenya dalam kegiatan kerja sama ITS dan Unit Pengelolaan Informasi Majapahit (PIM), Sabtu (15/10). (*)

Reporter: ion2
Redaktur: Muhammad Faris Mahardika

Berita Terkait