ITS News

Jumat, 02 Desember 2022
19 Oktober 2022, 09:10

KKN ITS Berhasil Budidayakan BSF untuk Reduksi Sampah

Oleh : itswan | | Source : ITS Online

Tim KKN ITS bersama para petugas TPS 3R Guci Mas Indah Gresik usai berdiskusi terkait keberlanjutan budidaya BSF

Kampus ITS, ITS NewsSukses inisiasi penggunaan Black Soldier Fly (BSF), tim Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Masyarakat (KKN Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil mengurangi sampah organik hingga 80 persen di Tempat Penampungan Sementara (TPS) 3R Guci Mas Indah Gresik. Lebih dari itu, tim KKN juga berhasil membudidayakan larva atau maggot BSF yang bernilai ekonomi.

Ketua tim KKN, Arseto Yekti Bagastyo ST MT MPhil PhD menuturkan bahwa BSF merupakan agen biokonversi sampah yang mampu mengurangi sampah organik, khususnya sisa makanan. Penggunaan maggot dalam upaya reduksi sampah sering digunakan lantaran dinilai sangat efisien dan efektif. “Residu sampah yang dihasilkan pun kecil,” imbuhnya.

Selain mereduksi sampah, Arseto menyebutkan bahwa BSF memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Larva atau maggot BSF yang berusia dua minggu sangat diminati masyarakat. Hal ini lantaran maggot BSF memiliki kandungan protein yang tinggi. “Masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai pakan ternak,” ujar dosen Departemen Teknik Lingkungan ini.

Selama dua bulan kegiatan, Arseto mengulas bahwa tim KKN berhasil memanen sepuluh kilogram maggot untuk setiap masa panen. Adapun pria yang menekuni bidang pengelolaan limbah padat serta bahan berbahaya dan beracun ini mengatakan bahwa ia dan timnya berhasil memanen maggot hingga empat kali masa panen.

Larva atau maggot BSF yang berusia dua minggu dan siap dipanen serta diperjualbelikan

Lebih lanjut, maggot yang berhasil dipanen tersebut akan diperjualbelikan kepada masyarakat sekitar. Dihargai Rp 5.000 per kilogram, kini terdapat dua pembeli tetap yang berlangganan maggot setiap kali masa panen. “Salah satunya merupakan warga sekitar dan satu lainnya adalah pengusaha maggot dari wilayah lain,” sambungnya.

Berdasarkan pengalaman selama masa KKN, Arseto menilai bahwa budidaya maggot di TPS 3R Guci Mas Indah Gresik cukup potensial untuk dikembangkan. Terlebih, petugas TPS 3R Guci Mas Indah Gresik dapat membudidayakan BSF secara mandiri. “Sehingga keberlanjutannya terjamin,” ungkapnya.

Arseto sangat berharap bahwa antusiasme petugas untuk melanjutkan program ini dapat terus berlanjut ke depannya. Dirinya menjelaskan bahwa timnya akan selalu memantau perkembangan program tersebut. “Para pekerja pun kami persilakan untuk menghubungi kami apabila ada kendala terkait BSF,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Irwan Fitranto
Redaktur: Fatih Izzah

Berita Terkait