ITS News

Sabtu, 26 November 2022
08 Oktober 2022, 08:10

ITS Unjuk Teknologi dan Inovasi Berkelanjutan di JEEF 2022

Oleh : itssil | | Source : ITS Online

Pembukaan pameran turut dihadiri oleh Wakil Rektor IV ITS bidang Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian, Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD (tiga dari kanan)

Kampus ITS, ITS News –  Sebagai salah satu kampus terbaik di Jawa Timur, ITS ikut serta dalam unjuk gelar menampilkan karya inovasinya di Jatim Environment Exhibition & Forum (JEEF) 2022. Disandingkan dengan 84 peserta pameran lainnya, ITS berani menampilkan karya penelitian inovasi berkelanjutan terbaiknya di pameran yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLH) Provinsi Jawa Timur ini.

Koordinator pameran, Susi Agustina Wilujeng ST MT, mengatakan bahwa inovasi yang ditampilkan berasal dari peneliti Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) ITS. Di bawah naungan Pusat Penelitian (Puslit) Infrastruktur dan Lingkungan Berkelanjutan serta Puslit Energi Berkelanjutan, karya-karya tersebut lahir dan dibeber dengan bangga saat pameran.

Dalam ajang ini, ITS memamerkan desain solar cell hybrid dengan kapasitas 1 kilowatt untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Solar cell ini diterapkan di beberapa kelompok di Jawa Timur. “Dalam penerapannya, solar cell digunakan untuk peningkatan produktivitas kelompok hidroponik Surabaya, mengurangi biaya operasional ternak kambing perah di Kediri, dan ekowisata di Madiun,” jelas Susi.

Pojok stan ITS beserta infografis karya inovasi peneliti dalam ajang Jatim Environment Exhibition & Forum (JEEF) 2022

Selain itu, ada pula pemanfaatan limbah industri padat sebagai campuran bahan bakar batubara. Kegunaan produk penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rantai sistematik pemanfaatan limbah padat sebagai energi terbarukan. Tak hanya itu, limbah padat dipadukan dengan bahan beracun sangat penting dalam konsep cradle to grave.

Lebih lanjut, Susi menjelaskan, dalam pembuatan inovasi yang berkelanjutan ini, digunakan prinsip cradle to grave. Dimana cradle to grave ini merupakan konsep untuk membuat model proses industri dengan proses alami. Salah satu contoh dari konsep ini, lahir penelitian unggulan paving dari limbah fly ash and bottom ash tanpa semen. 

Sesuai dengan slogan ITS sebagai Smart Eco Campus, unit pengembangannya juga turut memeriahkan pameran dengan menampilkan program berkelanjutan. Program pertanian perkotaan yaitu ITS Urban Farming telah aktif memenuhi sebagian kebutuhan sayur masyarakat kampus selama setahun lebih sudah aktif. “Selain itu kepedulian ITS terhadap pengelolaan sampah juga diwujudkan dalam Tabungan Sampah Terpadu (TaSTe),” terang dosen kelahiran Madiun tersebut. 

Tak tertinggal, sebagai kampus teknologi, produk andalan ITS juga ditampilkan pada ajang ini. Di antaranya terdapat GESITS, iCar, i-Boat, dan RAISA. Keempat produk teknologi andalan inilah yang selalu diusung pada berbagai pameran setiap tahunnya. 

Semaraknya pengunjung dalam menilik stan karya inovasi ITS

Antusiasme di pameran yang berlangsung selama tiga hari sejak 12 September lalu ini terlihat jelas dari banyaknya pengunjung yang menjajaki stan ITS. Para pengunjung berasal baik dari kalangan industri, pemerintah daerah, mahasiswa, dan pelajar SMP SMA. Pengunjung dari industri terpukau akan inovasi yang ditampilkan dan tertarik menjalin kerjasama demi menggali potensi prospektif.

Tentunya, Susi berharap inovasi yang diusung ITS dapat lebih dikenal khalayak luas. “Semoga dapat terjalin kerjasama penelitian atau perwujudan inovasi dengan stakeholder nantinya,” harap Dosen Departemen Teknik Lingkungan ini di akhir wawancara. (*)

 

Reporter: Silvita Pramadani
Redaktur: Muhammad Miftah Fakhrizal

 

Berita Terkait