ITS News

Senin, 26 September 2022
07 September 2022, 01:09

ITS Lakukan Mitigasi Bencana di Desa Pengungsian Semeru

Oleh : itsqih | | Source : ITS Online

Tim KKN Pengabdian Masyarakat ITS bersama para perangkat Desa Pasirian

Kampus ITS, ITS News – Desa Pasirian di Kabupaten Lumajang berpotensi mengalami dampak dari dua bencana alam gunung meletus dan tsunami. Melihat hal ini, tim KKN Pengabdian Masyarakat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) hadir untuk melakukan mitigasi bencana kepada seluruh elemen masyarakat di desa pengungsian semeru tersebut.

Pembimbing tim KKN Pengabdian Masyarakat ITS, Juan Pandu Gya Nur Rochman SSi MT membeberkan bahwa kegiatan mitigasi yang dilakukan adalah berupa sosialisasi kepada semua kelompok umur. “Kegiatan sosialisasi merupakan bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana karena sangat penting untuk mengenalkan potensi bencana sejak dini,” ungkapnya.

Antusiasme siswa SD 2 Pasirian saat mengikuti simulasi bencana alam

Selain kepada masyarakat umum, kegiatan sosialisasi juga dilakukan secara khusus dengan melakukan simulasi kebencanaan di beberapa sekolah dasar. “Kami membuat simulasi yang cukup sederhana agar mereka dapat memahami dengan mudah apa yang perlu dilakukan saat terjadi bencana alam,” jelas Juan.

Kegiatan mitigasi bencana lainnya yang dilakukan adalah pemasangan rambu evakuasi untuk kedua bencana alam yang berpotensi terjadi disana. Rambu tersebut berupa jalur evakuasi yang mengarah ke rambu titik kumpul yang dipasang di dataran tinggi yang dapat menjadi tempat pengungsian sementara saat terjadi tsunami. “Rambu ini berguna agar masyarakat tahu daerah mana yang aman saat terjadi bencana alam,” tegasnya.

Tim KKN Pengabdian Masyarakat ITS bersama Kepala Desa Pasirian saat menjelaskan salah satu bagian dari rambu evakuasi

Juan menjelaskan, meskipun Desa Pasirian termasuk di ring tiga Gunung Semeru, tetap perlu diadakan mitigasi bencana erupsi gunung berapi karena dijadikan sebagai salah satu desa pengungsian. “Ini dilakukan agar masyarakat desa ini lebih siap menghadapi bencana alam, terlebih harus menyambut masyarakat dari desa lain yang terkena dampaknya,” ujar dosen Departemen Teknik Geofisika ITS ini.

Juan menilai kegiatan mitigasi bencana alam yang telah dilakukan bersama dengan tim yang terdiri dari mahasiswa ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana alam. “Meskipun tidak berharap bencana alam melanda desa ini, tetapi semoga apa yang sudah kami berikan dapat membantu desa ini saat terjadi bencana alam,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Faqih Ulumuddin
Redaktur: Fatih Izzah

Berita Terkait