ITS News

Kamis, 06 Oktober 2022
20 Agustus 2022, 17:08

HMTL ITS Giatkan Kepedulian Lingkungan Melalui Kampung Kemitraan

Oleh : itsreg | | Source : ITS Online

Pembukaan acara Kampung Mitra HMTL ITS yang dilaksanakan di Balai RW 12 Kampung Pacar Keling

Kampus ITS, ITS News – Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) gelar Kampung Mitra HMTL ITS (Kammit) di Pacar Keling, Surabaya. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, HMTL ITS edukasi masyarakat terkait penghijauan, pembuat biopori, serta helat berbagai perlombaan.

Ketua Pelaksana Kammit, Hanif Ghifari menjelaskan, acara tersebut merupakan bentuk penerapan keilmuan Teknik Lingkungan pada masyarakat secara langsung. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan potensi kampung-kampung di Surabaya dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kegiatan Kammit tahun ini mengusung tema penghijauan. Sejalan dengan hal tersebut, dikatakan Panitia Kammit, Pricillia Nadya Dame Simorangkir, dalam penyuluhannya bahwa penghijauan berguna untuk menjaga kondisi lingkungan agar tidak tercemar, sekaligus mencegah bencana alam seperti banjir dan longsor.

Pemaparan materi penghijauan yang diterangkan langsung oleh Ketua Divisi Pengajaran Kammit, Pricillia Nadya Dame Simorangkir

Untuk melakukan penghijauan di rumah, mahasiswi yang akrab disapa Dame ini menyarankan salah satu metode penghijauan yaitu, menanam Tanaman Obat Keluarga (Toga). “Oksigen tersebut juga akan mengalami sirkulasi ke dalam rumah sehingga membawa kesehatan bagi penghuni rumah,” terang Dame. 

Selain menanam Toga, menjaga kondisi lingkungan juga dapat dilakukan dengan membuat biopori. Disampaikan oleh Koordinator dan Community Organizer Komunitas Nol Sampah Surabaya, Hermawan Some, biopori merupakan lubang pada tanah berbentuk silindris yang berguna untuk mengatasi genangan air. Selain itu, biopori juga dapat digunakan untuk pembuatan pupuk kompos secara alami. 

Untuk membuat pupuk kompos biopori, Hermawan menjelaskan, bahan utamanya adalah sampah organik rumah tangga dan dedaunan. Sampah-sampah organik tersebut akan dimasukkan ke dalam lubang biopori dan mengalami proses penguraian secara alami selama tiga bulan sebelum menjadi pupuk kompos. “Pembuatan kompos dengan biopori ini sangat praktis dan sederhana,” imbuhnya.

Gelar Wicara bersama Hermawan Some terkait Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan pembuatan biopori

Tidak hanya memberikan penyuluhan, dalam kegiatan yang dihelat selama satu bulan sejak 31 Juli lalu ini dilakukan juga pembuatan biopori dan penanaman Toga di sekitar Balai RW 12 Kampung Pacar Keling. “Harapannya melalui acara ini, mampu memberikan dampak keberlanjutan yang baik bagi lingkungan sekitar,” ucap Hanif dengan penuh harap. (*)

Reporter : Regy Zaid Zakaria
Redaktur: Fatih Izzah

Berita Terkait