ITS News

Jumat, 19 Agustus 2022
18 Juli 2022, 08:07

ITS Terima Penghargaan sebagai Mitra Program Open Defecation Free

Oleh : itsayi | | Source : ITS Online

Piagam penghargaan ITS Sebagai Mitra Kesehatan Pendukung Sarana Program Percepatan Kelurahan Stop Buang Air Besar Sembarangan

Kampus ITS, ITS News – Menyambut hari jadi Kota Surabaya ke-729, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima penghargaan dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Torehan ini menjadi anugerah ITS pasca aktif berperan sebagai mitra kesehatan pendukung sarana program percepatan kelurahan stop buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) Tahun 2022.

Kasubdit Pengabdian Kepada Masyarakat Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Lalu Muhamad Jaelani ST MSc PhD menjelaskan bahwa ITS sudah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (abmas) Prioritas Gerakan 1000 Jamban Sehat ITS yang dijalankan sejak tahun 2022. Hal ini beriringan dengan program yang diadakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. “Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya memberikan usulan agar ITS mendapatkan penghargaan yang dimaksud,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini ITS memiliki tiga program Abmas Prioritas. Salah satunya adalah Gerakan Seribu Jamban Sehat ITS. Program tersebut melibatkan 25 dosen dan 100 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berasal dari berbagai departemen di ITS.

Fadlilatul Taufany ST PhD (empatdari kanan) bersama penerima penghargaan yang lain di Balai Kota Surabaya

Sementara itu, ketua pelaksana abmas,  Ir Eddy Setiadi Soedjono Dipl SE MSc PhD mengatakan, ITS akan berkomitmen terus berperan dalam membangun Indonesia. Hal itu dimulai dengan berkontribusi dari daerah terdekat terlebih dulu. Nyatanya, di sekitar ITS saja masih banyak rumah warga yang belum memiliki jamban sehat. “Akan lebih baik jika kita menyelesaikan permasalahan dari sekitar dahulu,” imbuhnya.

Tercatat, Provinsi Jawa Timur memiliki 38 kabupaten atau kota. Dari data pemprov, terdapat 21 kabupaten atau kota yang sudah mendeklarasikan bebas buang air besar sembarangan. Itu berarti masih ada 17 kabupaten atau kota yang belum bebas buang air besar sembarangan. “Hal ini yang menjadi pemantik kita untuk terus melakukan pengabdian di masyarakat,” ungkapnya optimis.

Fadlilatul Taufany ST PhD (lima dari kanan atas) saat mewakili ITS menerima penghargaan dari wali kota Surabaya di Balai Kota Surabaya

Selain itu, ia menjelaskan bahwa sudah ada koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya terkait program tersebut. ITS juga akan menggandeng Dinkes sebagai lini utama dalam pembangunan jamban sehat ini. “Sesuai arahan rektor, kita akan bantu semua daerah di Kota Surabaya tidak hanya sekitar ITS,” jelas pria yang kerap disapa Eddot itu.

Ir Eddy Setiadi Soedjono Dipl SE M Sc PhD saat melakukan diskusi dengan warga terkait program ODF

Terakhir, Menurut Eddot program pembuatan jamban sehat ini bukan sebatas masalah uang dan pendidikan, tetapi kepedulian terhadap sekitar. Dengan diberikannya penghargaan tersebut kepada ITS maka sudah menjadi tanggung jawab yang harus diemban untuk membuktikan komitmen ITS. “Kita berharap bisa menggandeng perguruan tinggi lain untuk ikut serta dalam program ini,” pungkasnya penuh harap. (*)

Reporter: Rayinda Santriana U S
Redaktur: Muhammad Faris Mahardika

Berita Terkait