ITS News

Kamis, 07 Juli 2022
21 Mei 2022, 17:05

Keanekaragaman Manusia bawa Pengembangan Dunia yang Pagan

Oleh : itssil | | Source : -

Warna-warni keberagaman memperkuat pembangunan pengembangan dunia (sumber: worldatlas.com)

Kampus ITS, Opini – Sebagai manusia dengan berbagai perkara di atas dunia, kita memiliki keanekaragaman perbedaan dan kebudayaan. Sayangnya, ketika menilik sejarah, keberagaman terkadang justru melahirkan konflik dan perpecahan. Padahal jika disatukan keberagaman itulah yang dapat mendukung pembangunan dunia.

Dahulu di Amerika Serikat, terjadi pengelompokan hak warga berdasarkan warna kulit. Contohnya saja pendidikan yang dapat ditempuh orang kulit putih dan orang kulit hitam diberikan di sekolah yang berbeda. Aturan Jims Crow Law mengatur pemisahan transportasi dan sekolah berdasarkan warna kulit, dan aturan ini dianggap sah. 

Menggunakan doktrin Separate but Equal, terjadi pemisahan penggunaan fasilitas umum pada ras kulit putih dan hitam yang pada awalnya dimaksudkan menjadi setara. Namun pada praktiknya, terdapat banyak kesenjangan menimbulkan kondisi semakin rumit. Sekolah yang ada untuk kulit hitam selalu jauh dari kota dan memiliki kurikulum serta fasilitas yang lebih buruk. 

Menyikapi pengalaman-pengalaman di masa lalu yang serupa, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 21 Mei sebagai Hari Dialog Pengembangan Perbedaan Budaya Sedunia. Dilansir dari situs PBB, sebagian besar konflik berasal dari intoleransi yang sering disebabkan oleh ketidaktahuan.

Padahal, keragaman dunia menciptakan pengalaman dalam berbagi dan belajar tentang perbedaan antar umat manusia. Pengalaman tersebut nantinya mendorong koeksistensi damai antara masyarakat. Maka dari itu, PBB membuat dialog untuk menjembatani budaya demi menciptakan perdamaian. 

Menurut UNESCO, dialog antar budaya juga dapat menumbuhkan kohesi sosial dan membantu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembangunan berkelanjutan. Melalui dialog antarbudaya, terjadi pertukaran ide yang akan mengembangkan pemahaman lebih dalam mengenai berbagai perspektif dalam perbedaan.

Indonesia sendiri tercatat sebagai negara paling beragam di dunia. Keragaman ini bukan menjadi penghambat bagi Indonesia, tetapi justru sebagai aset berharga karena keberagaman itu bersifat dinamis dan berkembang. 

Beberapa memang konflik terjadi di masa lampau, seperti konflik antara etnis Dayak dan Madura di Sampit, konflik antara kelompok Kristen dan Islam di Ambon, serta kerusuhan Mei 1998 yang berimbas pada etnis Tionghoa. Namun, berbagai sejarah konflik yang ada ini justru sebagai penguat solidaritas etnis dan dapat menjadi pembelajaran bagi rakyat Indonesia. 

Selain untuk membuat dunia lebih damai dengan keberagaman budaya yang ada, Hari Dialog dan Pengembangan Perbedaan juga menjadi kesempatan untuk mempromosikan budaya. Meskipun hari ini tidak dilabeli sebagai tanggal merah, tetapi kita tetap bisa mengisi dan memaknainya dengan menggunakan baju tradisional seperti kebaya, mendengarkan musik kebudayaan, menonton tarian kebudayaan, dan lain sebagainya yang membuat kita dapat lebih mengenal dan mencintai kebudayaan kita sendiri.

Anak muda berkeinginan membangun masyarakat berdasarkan kesetaraan, keadilan sosial, inklusi, dan masa depan bersama. Peran yang dapat diambil generasi muda dalam memajukan dialog antar budaya dan pemahaman lintas budaya adalah dengan membentuk kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya komunitas. Mereka perlu diberi ruang untuk berdikusi dan mengembangkan karya mereka.

Ditulis oleh:

Silvita Pramadani

Mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis ITS

Angkatan 2021

Reporter ITS Online

Berita Terkait