ITS News

Kamis, 11 Agustus 2022
13 Desember 2021, 20:12

Abmas ITS Berdayakan Kampung Hidroponik Produksi Pupuk Organik

Oleh : itswan | | Source : ITS Online

Warga binaan di Kampung Hidroponik Simomulyo  bersama Tim Abmas ITS yang semangat dalam mengikuti pelatihan pembuatan pupuk cair organik dari urin sapi, Sabtu (17/11)

Surabaya, ITS News – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama PT Pelindo siap melanjutkan Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) di Kampung Hidroponik Simomulyo. Memasuki tahun ketiganya, warga binaan kampung tersebut diberdayakan produksi pupuk cair organik dari urine sapi. 

Ketua Tim Abmas ITS Kampung Hidroponik Simomulyo, Prof Dr Dra Fahimah Martak MSi menuturkan bahwa produksi pupuk cair memiliki tren keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan menjual sayuran hasil panen hidroponik. Hal tersebut lantaran hasil sayuran baru bisa diperoleh dalam waktu yang lebih lama dibandingkan produksi pupuk organik. “Kami memberdayakan warga agar mampu memproduksi pupuk cair organik secara mandiri untuk merawat ladang sekaligus diperjualbelikan,” ujarnya mengambil peluang.

Prof Dr Dra Fahimah Martak MSi mengajarkan produksi pupuk cair organik dari urine sapi

Menurut Fahimah, produksi pupuk cair organik ini tergolong mudah dan tidak memakan banyak waktu. Secara garis besar, pembuatan pupuk ini mencakup proses pengadukan bahan seperti ikan salem, urine sapi, air cucian kedelai, Efektif Mikroorganisme 4 (EM4), tetes tebu, air, dan batang rebung menjadi satu campuran. “Pengadukan ini dilakukan sekali per hari selama dua sampai empat minggu dan baunya hilang agar maksimal,” tambah Guru Besar Departemen Kimia ITS ini.

Usut punya usut, sebelum mengajarkan produksi pupuk ke warga kampung binaan, Fahimah dan tim melakukan riset terlebih dulu. Dari hasil penelitian, mereka menemukan bahwa kandungan unsur hara makro dan mikro pada pupuk tergolong banyak. Di samping itu, kandungan pH pada pupuk cenderung bersifat netral. “Hasil riset tersebut kian meyakinkan kami bahwa pupuk ini mampu membantu pertumbuhan sayur lebih lebih baik dibandingkan pupuk cair lainnya,” tuturnya.

Sesi demonstrasi pembuatan pupuk cair organik dari urine sapi oleh Tim Abmas ITS

Tidak sendirian, Fahimah dibersamai oleh lima dosen lain, yakni Prof Dr Mardi Santoso, Arif Fadlan SSi MSi DSc, Prof Dr Taslim Ersam MS, Sri Fatmawati SSi MSc PhD, serta Herdayanto Sulistyo P SSi MSi. Selain itu, tim abmas ini juga dibantu oleh sepuluh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN). 

Terakhir, Fahimah berharap agar warga binaan di Kampung Hidroponik Simomulyo dapat memproduksi dan mengomersilkan pupuk cair ini secara mandiri. Tidak menutup kemungkinan, menurutnya, hal tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan warga binaan secara finansial. “Setelah ini kami tetap akan mendampingi dan membersamai warga binaan dalam membuat merek dagang dan sertifikasinya,” pungkas pakar Ilmu Senyawa Kompleks ini mengakhiri. (*)

Reporter: Irwan Fitranto
Redaktur: Muhammad Faris Mahardika

Berita Terkait