ITS News

Kamis, 06 Oktober 2022
11 Desember 2021, 18:12

Tingkatkan Produktivitas UMKM, ITS Rakit Spinner Peniris Minyak

Oleh : itszan | | Source : ITS Online

Penyerahan alat spinner peniris minyak hasil karya Tim KKN Abmas Departemen Aktuaria ITS kepada warga dan UMKM Bunda.

Surabaya, ITS News – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) Departemen Aktuaria, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus berupaya dalam menerapkan teknologi kepada masyarakat. Salah satunya, dirancangnya alat spinner peniris minyak rengginang olahan laut untuk meningkatkan produktivitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Cumpat, Kedung Cowek, Bulak, dan Kenjeran, Kota Surabaya.

Alat spinner peniris minyak ini dirancang oleh sepuluh mahasiswa dan seorang dosen pendamping, Dr Drs Soehardjoepri MSi. Sepuluh mahasiswa tersebut adalah Ika Safitri, Moch Rizki Satria Fitrahansyah, Palupi Nugraheni, Mella Refina Anugrahayu, Annisa Salsabila Pratiwi, Eliza Lintang Sumirat, Muhammad Iklil Rafly Nilam, Fairuzzeta Muhammad, Sultan Tanri, dan Radityo Bagas.

Salah satu anggota tim KKN Abmas, Ika Safitri menyebutkan jika alat spinner peniris minyak dirancang dengan menggunakan motor AC 60 watt sehingga tidak membutuhkan daya listrik yang terlalu besar. Selain itu, alat tersebut telah disesuaikan dengan kapasitas produktivitas UMKM. “Dengan menggunakan alat ini, dijamin produk akan tetap higienis, efektif dan efisien,” tegasnya.

Setelah diaplikasikan dan dilakukan pemantauan, alat peniris minyak ini mampu menghasilkan perubahan yang cukup signifikan. Hal ini diindikasikan melalui meningkatnya produktivitas mitra sehingga jangkauan dan jumlah pemasaran produk olahan laut turut meningkat.

Tak hanya itu, KKN Abmas yang berlangsung selama satu bulan, sampai Minggu (21/11) juga memberikan pelatihan, praktik, dan pendampingan untuk menularkan pola pikir dan perilaku wirausahawan. Hal tersebut supaya mitra terkait memiliki kreativitas dan inovasi pembuatan produk yang tinggi terhadap rengginang olahan hasil laut dengan pelatihan e-marketing berbasis smartphone.

Kegiatan pelatihan, praktik, dan pendampingan untuk menularkan pola pikir dan perilaku wirausahawan yang dilakukan oleh Tim KKN Abmas di UMKM Bunda.

Menurutnya, fokus utamanya adalah cara melakukan kegiatan pemasaran e-commerce melalui digitalisasi smartphone agar produk dikenal baik di Jawa Timur. Selain itu, terdapat pelatihan mengenai manajemen strategis yang meliputi manajemen sumber daya manusia (SDM), pemasaran, keuangan, informasi dan produksi.

Ika menceritakan jika sebenarnya Indonesia memiliki berbagai jenis hasil laut yang seharusnya dapat dinikmati oleh seluruh penduduk di Indonesia karena memiliki banyak kandungan gizi yang baik. Namun pada sektor usaha setingkat UMKM masih memiliki kendala dalam proses produksi dan pemasaran olahan laut sebelum dapat dikonsumsi oleh masyarakat.

Selama ini, proses produksi dan pemasaran sangat tidak efisien dan tidak efektif untuk skala UMKM yang ingin berbenah menjadi home industry, termasuk pada UMKM Bunda. Dengan bertempat pada daerah pesisir utara, produksi rengginang dengan berbagai macam rasa dari olahan hasil laut seperti udang dan lorjuk merupakan produk rumahan yang memiliki potensi tinggi bagi UMKM.

Meski demikian, terdapat kendala kapasitas dan produktivitas yang tidak efisien untuk pengurangan kadar minyak pasca penggorengan rengginang. Hal ini yang memunculkan kebutuhan baru produksi rengginang olahan laut, yaitu rancangan proses penirisan minyak yang efektif.

Hal tersebut yang membuat Ika berharap jika adanya alat buatan timnya dapat mempermudah proses produksi rengginang olahan laut sehingga UMKM di daerah Kenjeran dan sekitarnya turut berkembang pesat. “Sangat diharapkan alat ini dapat dikembangkan lagi dengan menerapkan teknologi yang lebih baik sehingga berimplikasi pada peningkatan laba,” pungkasnya penuh harap.(*)

Reporter: Fauzan Fakhrizal Azmi
Redaktur: Sofyan Abidin

Berita Terkait