ITS News

Sabtu, 01 Oktober 2022
18 November 2021, 14:11

Tingkatkan Investasi Migas Indonesia, SKK Migas Gaet ITS

Oleh : itssin | | Source : ITS Online

Tim IOGI SKK Migas dan DRPM ITS berfoto bersama usai acara MoU.

Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali diajak bekerja sama oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Kerja sama yang dilaksanakan melalui Indonesia Oil & Gas Institution (IOGI) ini akan dilakukan dengan membangun produk ilmu pengetahuan guna meningkatkan investasi migas Indonesia. Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) untuk kerja sama ini dilakukan di Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Jum’at (05/11).

Sebagai lembaga internal bentukan SKK Migas, IOGI dikenal sebagai lembaga yang menjadikan SKK Migas sebagai center of excellence dan center of knowledge dari industri hulu migas di IndonesiaBersamaan dengan kunjungan SKK Migas ke ITS tersebut, Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas Luky Yusgiantoro BSc MSc PhD mengatakan bahwa IOGI dibentuk untuk membantu tercapainya target produksi minyak satu juta BOPD di tahun 2030.

Lebih lanjut, Luky menyebutkan bahwa keberadaan SKK Migas sebagai institusi pengelola dan pengawas kegiatan industri hulu minyak dan gas bumi bertugas untuk menghasilkan produk ilmu pengetahuan secara mandiri selama ini masih belum banyak diketahui oleh publik. “Hal tersebut membuat calon investor tidak mencari data ke kami (SKK Migas, red), melainkan mencari data hulu migas Indonesia ke konsultan independen yang belum tentu memiliki data yang valid dan terkini,” paparnya dalam presentasi.

Maka dari itu, IOGI dibentuk untuk lebih memudahkan penyebaran hasil produk ilmu pengetahuan yang dihasilkan oleh SKK Migas bagi para calon investor untuk dapat mendorong tumbuhnya investasi di hulu migas Indonesia. Selain itu, IOGI juga menjadi sarana pengumpulan ide-ide, metodologi dan konsep-konsep baru yang strategis dan dapat segera diimplementasikan dalam bentuk program kerja melalui kerja sama dengan perguruan tinggi. “Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan investasi migas Indonesia dari data yang dimiliki SKK Migas,” jelasnya.

Proses diskusi antara tim IOGI SKK Migas dan ITS.

Melanjutkan pernyataan Luky, Nurwahidi selaku Kepala SKK Migas Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara mengatakan bahwa data-data yang dimiliki oleh SKK Migas ini lah yang berasal dari kerja sama antara IOGI dengan perguruan tinggi, salah satunya ITS. “Nantinya, kerja sama dengan perguruan tinggi karena akan kami (SKK Migas, red) gencarkan agar industri minyak dan gas berkembang tak cuma di lingkungan praktisi saja, namun juga mahasiswa,” ungkapnya.

Selain itu, SKK Migas sendiri mengaku telah satu tahun membuka kesempatan bagi para mahasiswa untuk magang di sana. Meski dalam kondisi pandemi dan tak bisa langsung terjun ke lapangan, namun Nurwahidi yakin bahwa para mahasiswa masih mendapatkan pengalaman sama seperti ketika berada di lapangan.

Dalam kunjungan ini, ITS pun tak melewatkan kesempatan untuk memaparkan beberapa proposal risetnya, salah satunya bertemakan revitalisasi dan penambahan pendapatan nasional dari sumur migas. Diskusi dipimpin oleh Prof Dr I Tri Widjaja MEng selaku Kepala Pusat Penelitian Energi Berkelanjutan DRPM ITS.

Gayung bersambut, Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menyambut baik ihwal kerja sama antara IOGI dan ITS. “Saya harap nantinya ITS dan IOGI dapat bekerja sama dengan baik, dan riset dari ITS dapat membantu mewujudkan visi misi IOGI dan SKK Migas,” pungkasnya. (*)

Reporter: Shinta Ulwiya
Redaktur: Dzikrur Rohmani Zuhkrufur Rifqi Muwafiqul Hilmi

Berita Terkait