ITS News

Selasa, 27 September 2022
16 November 2021, 10:11

Tim KKN ITS Bantu Atasi Masalah Kualitas Air Panti Asuhan di Desa Suwaluh

Oleh : itsojt | | Source : ITS Online

Tim KKN Pengabdian Masyrakat (Abmas) ITS untuk panti asuhan Desa Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo

Sidoarjo, ITS News – Berangkat dari permasalahan kualitas sumber air sumur sekitar sungai panti asuhan Aisyiyah Desa Suwaluh, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo yang tercemar limbah sehingga tidak bagus untuk dikonsumsi langsung. Hal ini membuat sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat alat filtrasi air lewat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian Masyarakat (Abmas).

Ketua tim Abmas, Nurul Widiastuti SSi MSi PhD mengungkapkan bahwa kegiatan yang digelar selama tiga bulan ini diikuti oleh sepuluh mahasiswa dan enam dosen dari Departemen Kimia Fakultas Sains dan Analitika Data. Lewat solusi berupa alat filtrasi air yang menerapkan teknologi membran reverse osmosis ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM) warga panti asuhan Desa Suwaluh. 

Nurul menyebutkan aktivitas awal yang dilakukan adalah mengambil sampel air sumur agar dapat mengetahui kondisi air. Selanjutnya, untuk mendapatkan hasil kualitas air yang ingin dicapai, alat filtrasi air ini terdiri dari beberapa adsorben (zat penyerap), membran reverse osmosis dan reaktor ultraviolet (UV). “Setelah dirangkai dan diaplikasikan, air hasil filtrasi ini dianalisa lagi untuk mengetahui apakah kualitasnya telah sesuai dengan standar yang berlaku,” paparnya.

Nurul Widiastuti Si MSi PhD (kanan) memberikan bantuan alat penjernih air secara simbolis kepada Ketua Cabang Aisyiyah Balengbendo.

Setelah dianalisis, lanjut Nurul, didapatkan bahwa perangkat membran tersebut mampu menurunkan Total Dissolved Solid (TDS) (red: jumlah padatan terlarut dalam air) sebesar 99 persen serta kesadahan sebesar 97 persen. Sehingga keseluruhan kualitas air yang dihasilkan telah sesuai dengan baku mutu persyaratan kualitas air minum berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 492/MENKES/PER/IV/2010.

Salah satu dosen di Tim KKN Abmas kali ini, Dr Triyanda Gunawan SSi, menjelaskan bahwa sebelum pandemi menyerang, panti asuhan ini menjadi pusat industri kreatif di kecamatan tersebut. Namun akibat pandemi membuat potensi panti asuhan tersebut terhambat. “Maka dari itu, selain membantu menyelesaikan permasalahan kualitas air, tim KKN juga membuat peluang ekonomi kepada panti tersebut,” jelasnya.

Tim Dosen Abmas Departemen Kimia ITS memberikan pemaparan terkait filtrasi yang diciptakan kepada warga.

Hal tersebut dapat tercapai dengan pembuatan desain logo pada kemasan botol dan gelas plastik beserta dengan analisis potensi usaha yang dapat diraih. Sehingga memungkinkan pihak panti asuhan memenuhi kebutuhan air mereka sekaligus memiliki kesempatan melanjutkan inovasi yang ada. Dengan alat ini, warga panti dapat berwirausaha dengan menjual air kemasan yang dihasilkan filtrasi tersebut.

Lebih jauh lagi, Nurul kembali mengungkapkan bahwa Tim KKN Abmas ITS memberikan alat filtrasi air ini kepada pihak panti asuhan. Sekaligus memberikan sosialisasi mengenai penggunaan dan perawatan alat tersebut. ”Komponen alat filtrasi ini memiliki batas waktu operasi tertentu sehingga perlu adanya pembersihan ataupun pergantian komponen,” jelasnya.

Potret rangkaian alat filtrasi penjernih air “Aisyiyah” dan hasil produksi air yang telah terfiltrasi oleh alat tersebut.

Selama menjalani kegiatan ini, menurut Nurul, tim sempat mengalami kendala dalam proses analisis sampel air yang terhambat karena keterbatasan akses masuk laboratorium. Dalam proses pengerjaannya jumlah mahasiswa yang hadir dibatasi dan dilakukan pembagian tugas. ”Adapun pembagiannya seperti menganalisa air, mendesain filtrasi, mendesain logo kemasan, menganalisa peluang bisnis, dan sebagainya,” ungkapnya.

Di akhir sesi wawancara bersama ITS Online, Nurul berharap bahwa kegiatan KKN dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat dan tidak hanya sebagai luaran publikasi. “Terutama bagi pihak yang memerlukan seperti panti asuhan ini sehingga dapat bergerak mandiri dalam roda masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Gandhi Kesuma
Redaktur: Najla Lailin Nikmah

Berita Terkait