ITS News

Minggu, 24 Oktober 2021
24 September 2021, 21:09

Program Gelar Ganda, Cara Brian Songsong Dunia Kerja

Oleh : itszar | | Source : ITS Online

Potret Brian Ramadhan Pramasudi mahasiswa Manajemen Bisnis ITS angkatan 2019 yang mengikuti program gelar ganda di University of Queensland

Kampus ITS, ITS News – Ialah Brian Ramadhan Pramasudi, mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang menjalani program gelar ganda di University of Queensland (UQ) Australia. Menjadi satu-satunya mahasiswa ITS yang mengikuti program ini, Brian memantapkan niatnya usai menyadari pentingnya memiliki kualifikasi internasional dalam menyongsong dunia kerja.

Program yang resmi disepakati sejak tahun 2017 ini diikuti oleh Brian setelah genap menjalani tiga semester di ITS. Dimulai sejak 22 Februari 2021, jika program ini menarik minatnya, karena seringkali digencarkan oleh departemen. “Saya mencari tahu lebih dalam tentang program ini karena selain sangat tertarik saya bisa berkesempatan bersaing sekaligus dapat gelar yang tidak hanya diakui secara nasional, tetapi juga internasional,” tuturnya.

Selain alasan tersebut, Brian merasa program ini cocok diikuti karena mampu meningkatkan kemampuan adaptasinya dengan lingkungan yang baru. Mulai dari suasana belajar yang baru, perbedaan waktu hingga 3 jam, dan penggunaan bahasa inggris di segala aktivitas. Meski awalnya kesulitan, lama kelamaan ia jadi terbiasa dan mampu berinteraksi dengan mahasiswa lain dari berbagai negara karena adanya tugas kelompok. “Ini sambil belajar untuk beradaptasi di dunia pekerjaan masa depan ,” ungkapnya.

Suasana perkuliahan daring yang diikuti oleh Brian Ramadhan Pramasudi saat menjalani program gelar ganda di UQ

Lebih lanjut, menurut Brian, program kerjasama antara UQ dan ITS ini memiliki sistem pendaftaran yang lebih mudah dari program-program internasionalisasi lainnya. Pasalnya program resmi antara Manajemen Bisnis ITS dengan UQ hanya butuh menyelesaikan tiga persyaratan utama. Yaitu lulus mata kuliah matematika,memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 3,0 dan lulus tes IELTS/TOEFL. “Setelah itu, semua berkas dikirimkan ke Koordinator Internasionalisasi Departemen,” jelas pria kelahiran 16 November 2001 ini.

Menjalani rentang program yang tak singkat, tentu saja perjalanan yang harus ditempuhnya pun juga  tak mudah. Setelah menyelesaikan tiga semester pertama di ITS, ia harus menyelesaikan tiga semester berikutnya di UQ. Mengakhiri keseluruhan rangkap tugasnya, di semester 7 Brian akan kembali dan menuntaskan tugas akhirnya di ITS. “Selama pandemi, semuanya masih online. Semoga saja masih ada kesempatan datang ke sana,” ungkapnya optimis.

Walaupun membutuhkan perjuangan yang lebih, ia mengaku, hal ini sebanding dengan biaya yang telah dikeluarkan. Staf Internasionalisasi di Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) Manajemen Bisnis ITS ini mengungkapkan, mengikuti program internasionalisasi seperti ini menjadi investasi yang mempunyai jaminan cukup bagus untuk masa yang akan datang. “Semoga di akhir dapat menjadi modal baik bagi saya untuk melanjutkan studi maupun berkarier kedepannya,” pungkasnya di akhir.(*)

Reporter: Fatima Az Zahra

Redaktur: Heny Tri Hendardi

Berita Terkait