ITS News

Minggu, 02 Oktober 2022
24 September 2021, 10:09

ITS Siap Pertahankan Hegemoninya Di KRI 2021

Oleh : itsfer | | Source : ITS Online

Robot tari VI-ROSE ketika menunjukkan kebolehannya dalam menari Tari Gambyong dengan mengenakan selendang.

Kampus ITS, ITS News – Sebagai penyandang juara umum tiga kali berturut-turut, Kontes Robot Indonesia (KRI) 2021 yang akan dihelat hingga Oktober mendatang menjadi tantangan baru tim robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dihelat secara daring kedua kalinya, KRI 2021 memiliki perbedaan metode dan tingkat kesulitan yang akan menjadi tantangan tersendiri bagi delegasi tim robotika ITS.

Koordinator Pembimbing Tim Robotika ITS, Muhtadin ST MT mengatakan, pada KRI tahun ini, tim robotika ITS akan mengirimkan enam tim terbaiknya yang masing-masing akan bertanding di enam divisi, yaitu Kontes Robot Asian Broadcasting Union (ABU) Indonesia (KRAI), Kontes Robot Search and Rescue (SAR) Indonesia (KRSRI), Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), dan Kontes Robot Tematik Indonesia (KRTMI).

Rektor ITS, Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng saat menyampaikan sambutannya dalam acara pelepasan tim KRI ITS, Kamis (23/9).

Dalam beberapa divisi ini, akan terdapat perbedaan metode pertandingan dibanding KRI sebelumnya. Hal ini dikarenakan, ajang kali ini merupakan hasil evaluasi dari ajang daring sebelumnya, sehingga memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi di setiap divisi. Pada divisi KRTMI misalnya, akan terdapat perubahan metode pertandingan dari simulasi dan paparan, menjadi benar-benar pertandingan antartim. “Kalau dulu setiap tim kebanyakan hanya presentasi,” jelasnya.

Perubahan yang signifikan juga terjadi pada divisi KRSRI, dimana kali ini, robot akan difokuskan untuk melakukan simulasi rescue. Selain itu, halangan-halangan pada lantai tempat robot berjalan juga akan ditambahkan. “Sistem yang sekarang memang menjadi pembaruan dari divisi sebelumnya yang bernama KRPAI (Kontes Robot Pemadam Api Indonesia, red),” ungkapnya.

Koordinator Pembimbing tim robotika ITS, Muhtadin ST MT (paling kanan) saat memaparkan teknis KRI 2021 dalam acara pelepasan tim KRI ITS, Kamis (23/9).

Untuk menghadapi tantangan baru ini, ITS mengirimkan enam tim terbaiknya. Pada divisi KRAI, ITS mendelegasikan robot RIOT. Sedangkan pada divisi KRSRI, KRTMI, KRSTI, KRSBI Beroda dan KRSBI Humanoid, masing-masing akan diwakili oleh robot ABHINARA, RIVAL, VI-ROSE, IRIS, dan ICHIRO. “Untuk divisi KRSBI Humanoid, ICHIRO sendiri akan diikutkan sub kategori lomba lari, menggiring bola, dan kerja sama robot,” lanjut Dosen Departemen Teknik Komputer ITS ini.

Meski demikian, berdasar hasil dari penutupan KRI Regional Wilayah 2 pada Senin (28/9) lalu, ITS yang memboyong lima gelar juara pada tingkat regional Indonesia bagian timur, berhak mendelegasikan timnya untuk lima divisi, yaitu KRAI, KRSTI, KRSBI Beroda, KRSBI Humanoid dan KRTMI. Dengan hasil tersebut, empat delegasi diantaranya akan berkompetisi di tingkat nasional pada 12 hingga 17 Oktober mendatang, sedangkan satu delegasi lainnya, yaitu untuk divisi KRAI, akan bertanding lebih awal pada 29 September hingga 1 Oktober mendatang.

Robot Sepakbola Humanoid ICHIRO ketika sedang berlatih kerja sama antarrobot

Robot RIOT ketika menunjukkan keakuratannya dalam memasukkan anak panah ke dalam tong.

Dengan menitipkan nama kampus pada kelima delegasi ini, Muhtadin menyampaikan bahwa ITS optimis dapat menyandang gelar juara umum keempat kalinya secara berturut-turut sejak 2018 lalu. Sebab dalam sejarah KRI sendiri, ITS merupakan perguruan tinggi dengan gelar juara umum terbanyak.

Keyakinan senada juga disampaikan oleh  Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng dalam sambutannya pada pelepasan Tim KRI ITS, Kamis (23/9) lalu. Ia menuturkan, kualitas dan teknologi robot yang dibuat dan dirancang oleh tim robotika ITS sudah jauh berkembang dibanding pada saat dirinya masih menjadi Kepala Departemen Teknik Elektro ITS 17 tahun silam. “Hal ini merupakan salah satu indikasi bahwa regenerasi robot Indonesia dipegang oleh ITS,” ucapnya optimis. (*)

Reporter: Ferdian Wibowo

Redaktur: Akhmad Rizqi Shafrizal

Berita Terkait