ITS News

Senin, 27 September 2021
02 Agustus 2021, 13:08

Edukasi Masyarakat, ITS Hadirkan Pelatihan Juru Sembelih Halal

Oleh : itsri | | Source : ITS Online

Ketua DPW Juleha Jawa Timur, Imam Fauzi memperagakan penyembelihan hewan.

Kampus ITS, ITS News — Penyembelihan hewan merupakan salah satu ciri khas dari momen kurban bulan lalu. Sebagai salah satu agenda dalam hari raya umat Islam, penyembelihan hewan tersebut haruslah dilakukan dengan cara yang halal. Sebagai institusi pendidikan yang memiliki Pusat Kajian Halal, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengadakan pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) guna mengedukasi masyarakat mengenai penyembelihan hewan secara halal.

Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Jawa Timur Imam Fauzi menjelaskan, sebelum mulai menyembelih, penyembelih perlu menyiapkan pisau yang tajam untuk menyembelih beserta pisau cadangannya. Ketajaman pisau bisa diperiksa terlebih dulu dengan memotong kertas. Jika dilihat belum tajam, maka pisau perlu diasah terlebih dahulu.

Tidak hanya hewan yang disembelih yang perlu diperhatikan, teknik penyembelihannya pun perlu mendapat perhatian khusus. Perwakilan dari Juleha Indonesia, Imam menjelaskan bahwa untuk hewan seperti sapi, perlu melakukan penanganan pertama dalam penyembelihan. 

Penjelasan mengenai teknik pengasahan pisau yang tepat untuk setiap penggunaan pisau.

Pertama, kepala hewan perlu diikat untuk mencegah hewan kabur sebelum hewan direbahkan. Hewan tersebut harus direbahkan ke arah kiri agar esofagus tidak tertekan dan feses hewan keluar dari mulut. “Kita jangan sampai membuat hewan tersiksa akibat salah proses menyembelih,” jelasnya dalam acara yang dihelat.

Pemotongan pun memiliki teknik yang berbeda tergantung dari posisi hewan agar hewan bisa langsung mati saat disembelih. “Jika dalam keadaan miring gunakan teknik dorong, jika tengadah gunakan teknik dorong dan tekan tak lupa juga membacakan doa,” ujar Imam.

Untuk hewan unggas, penting untuk menyembelih di ruas leher nomor tiga. Pada bagian ini, esofagus, vena jugularis, dan arteri karotis akan terpotong sehingga unggas bisa segera meninggal. Berdasarkan informasi Imam, di pasar-pasar masih banyak penyembelih tidak melakukan hal ini dengan memotong di pangkal leher sehingga ada pembuluh yang belum terpotong. “Teknik pemotongan tersebut rupanya masih tidak sesuai syariat,” imbuhnya.

Terlebih lagi, pisau untuk memotong hewan unggas harus lebih tajam dibanding saat memotong sapi atau hewan ternak lainnya. Karena bagian leher unggas yang lentur, sangat mungkin untuk terpotong tidak sempurna jika pisau tidak tajam.

Proses sertifikasi halal yang bisa diikuti oleh para pelaku usaha.

Sekretaris Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr H Moch Khoirul Anwar SAg MEI menyebutkan jika setifikasi halal pada rumah sembelih sangat penting. Jelasnya, perintah mengkonsumsi makanan yang halal dan thayyib dalam Al-Quran mendorong keharusan rumah sembelih mendapatkan sertifikasi halal. “Pemilik usaha bisa membuat permohonan ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebelum nantinya dievaluasi, hingga bisa mendapatkan sertifikasi halal,” tuturnya.

Kepala Pusat Kajian Halal ITS Prof Setiyo Gunawan ST PhD IPM menambahkan, pada pelatihan yang dihadiri oleh peserta dari seluruh Indonesia ini, diharapkan dapat membantu para pelaku usaha dalam pengajuan sertifikasi halal. Dengan demikian kesadaran akan halal lifestyle meningkat di masyarakat. “Ini juga untuk menjamin produk-produk di Indonesia pada standarisasi halal,” tandasnya. (*)

Reporter: Muhammad Miftah Fakhrizal
Redaktur: Muhammad Faris Mahardika

Berita Terkait