ITS News

Senin, 26 September 2022
12 Juni 2021, 20:06

Pendekatan BPM, Solusi Keberhasilan Implementasi ERP Perusahaan

Oleh : itsojt | | Source : ITS Online

Kuliah tamu bertajuk Taking a BPM Approach to Your ERP Implementation: a View from Reality yang diselenggarakan secara daring.

Kampus ITS, ITS News – Dewasa ini banyak perusahaan yang telah mengimplementasikan Enterprise Resource Planning (ERP) guna mendongkrak efisiensi kerja. Akan tetapi realisasi sistem tersebut tidak mudah dilakukan lantaran banyak pertimbangan. Usut punya usut, implementasi ERP dapat didorong dengan menggunakan pendekatan Bussiness Process Management (BPM).

Lewat gelar wicara Departemen Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Caspar Jans menerangkan bahwa ERP merupakan teknologi yang mengintegrasikan serta mengelola ragam proses bisnis. Ahli transformasi digital ini mengungkapkan, banyak perusahaan yang gagal mengimplementasikan ERP dan mengalami kerugian besar. “Kegagalan ini disebabkan kompleksitas implementasi ERP yang sifatnya masif,” ujarnya.

Pria berkacamata ini melanjutkan, kompleksitas tersebut berasal dari banyak sumber mulai dari organisasi, geografis, dan lainnya. Semakin besar suatu perusahaan, lanjut Jans, maka kompleksitas struktur organisasi akan semakin tinggi sehingga menyulitkan implementasi ERP. “Demikian pula dengan faktor geografis pada perusahaan dengan banyak kantor cabang,” lanjutnya.

Oleh karenanya, Jans berpendapat jika kekurangan ERP tersebut mampu diatasi dengan pendekatan BPM. Menurut pria ini, BPM ialah disiplin ilmu manajemen yang memerlakukan proses bisnis sebagai aset yang berkontribusi secara langsung pada kinerja perusahaan. “Hal ini dilakukan dengan mendorong keunggulan operasional dan kemampuan adaptasi bisnis,” sambungnya.

Caspar Jans saat menyampaikan materinya.

Menurut lelaki ini, perusahaan yang menggunakan BPM akan mampu mengintegrasikan data ke dalam satu sumber hingga tidak terjadi kekeliruan atau duplikasi data. Selain itu, pendekatan ini juga membantu peningkatan transparansi data, melacak perkembangan perusahaan, memudahkan proses bisnis, dan membantu perusahaan untuk tetap mutakhir. “Di samping itu, pendekatan ini juga meningkatkan stabilitas perusahaan dalam menghadapi perkembangan pasar global,” ujarnya.

Dalam akhir seminarnya bersama Departemen Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Kamis (3/6), pria ini menyatakan jika implementasi BPM masih memungkinkan untuk direalisasikan. Oleh karenanya, ia menyarankan agar melakukan riset dari pandangan manajemen proses terlebih dulu. “Baru setelahnya mendalami BPM dan ERP secara lebih efisien,” pungkas Jans. (*)

Reporter: Dian Nizzah Fortuna
Redaktur: Muhammad Faris Mahardika

Berita Terkait