ITS News

Selasa, 03 Agustus 2021
11 Juni 2021, 23:06

Manfaatkan Data Gravitasi Resolusi Tinggi melalui GGMPlus

Oleh : itsojt | | Source : ITS Online

Dr Agus Suprianto SSi MT memaparkan data GGMPlus pada kuliah tamu Departemen Teknik Geofisika ITS

Kampus ITS, ITS News – Kuliah tamu yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkenalkan Global Gravity Model Plus (GGMPlus) sebagai alternatif penyedia data gravitasi. Penggunaannya yang masih kurang dikenal ini disinyalir mampu menampilkan data gravitasi dengan ketelitian yang tinggi.

Narasumber pada kuliah tamu ini, Dr Agus Suprianto SSi MT, menjelaskan bahwa data yang didapatkan dari GGMPlus memiliki resolusi yang cukup rapat yaitu sekitar dua ratus meter spasi grid. Hal itu menyebabkan data dari GGMPlus efektif digunakan untuk mengeksplorasi daerah yang tidak terlalu luas. “Namun data dari sini masih ada kekurangan terutama mengenai data gravitasi di laut,” tambahnya.

Data gravitasi yang disediakan oleh GGMPlus bisa didapat dari situs milik Bureau Gravimetrique International (BGI). Terdapat lima data yang disediakan yaitu data percepatan gravitasi, gangguan gravitasi, defleksi utara-selatan dari vertikal, defleksi timur-barat dari vertikal, dan tinggi quasigeoid. “Kelima data dari GGMPlus itu nanti akan dikorelasikan dengan data dari berbagai sumber seperti Topex dan data lapangan,” ujar Agus, sapaan akrabnya.

Penjelasan korelasi data GGMPlus dengan data Topex di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Berdasarkan hasil korelasi tersebut, terdapat kecocokan antara data GGMPlus dengan data gravitasi satelit lain mencapai lebih dari 95%. Data gangguan gravitasi dari GGMPlus setara dengan data gravitasi udara bebas dari Topex. Selain itu, data percepatan gravitasi dari GGMPlus juga setara dengan data observasi G dari BGI. “Korelasi ini sudah diuji di beberapa titik di sekitar Gunung Merapi dan Merbabu,” jelas salah satu dosen Universitas Jember ini.

Ia pun menyimpulkan data gravitasi dari GGMPlus ini dapat menjadi sebuah alternatif baru untuk memperoleh data di tengah kondisi yang cukup sulit akibat pandemi saat ini. Ia berharap penggunaan data ini dapat digunakan dengan bijak sesuai keperluan. “Data ini sangat tepat digunakan sebagai studi pendahuluan atau untuk keperluan akademis lainnya,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Faqih Ulumuddin

Redaktur: Septian Chandra Susanto

Berita Terkait