ITS News

Minggu, 02 Oktober 2022
05 Juni 2021, 21:06

Mendalami Peran CV sebagai Alat Seleksi Pekerja

Oleh : itsojt | | Source : ITS Online

Materi curriculum vitae yang dibawakan dalam webinar Road to Success: Prepare Your Future

Kampus ITS, ITS News – Istilah curriculum vitae atau CV bukanlah hal baru di dunia kerja. Pasalnya, bagi suatu perusahaan, CV berfungsi sebagai salah satu alat untuk memperoleh kandidat pekerja yang berkualitas. Lalu, bagiamanakah CV menjalankan perannya sebagai alat seleksi pekerja?

Melalui webinar Road to Success: Prepare Your Future, senior talent acquisition Blibli.com, Sely Ananda memaparkan, CV diproses oleh perusahaan ke dalam tiga tahapan inti. Ketiga tahapan tersebut adalah mencari kandidat secara proaktif untuk suatu posisi pekerjaan (sourcing), meninjau CV kandidat untuk mendapatkan kualifikasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan (screening), dan yang terakhir adalah menghubungi kandidat terpilih untuk melakukan tahap seleksi yang berikutnya (contacting).

Saat divisi human resource (HRD) melakukan sourcing, perusahaan menggunakan sebuah perangkat lunak komputer yang disebut applicant tracking system (ATS) untuk memaksimalkan efisiensi dan efektivitas proses screening. “ATS ini melakukan proses screening dengan cepat berdasarkan kata kunci yang berkaitan dengan posisi pekerjaan, lalu membuat sistem rangking,” ujarnya dalam acara yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Penggunaan ATS ini menjadi momok bagi para kandidat pekerja karena biasanya teknologi bekerja dengan aturan-aturan yang kaku seperti format dokumen dan penggunaan kata dalam CV. Perempuan yang kerap disapa Sely ini menyarankan agar kandidat pekerja menggunakan dan menonjolkan kata kunci yang relevan dengan posisi yang dilamar, menggunakan format dokumen pdf, serta menggunakan jenis font yang mudah dibaca oleh komputer. “Contoh jenis font-nya itu Sans serif atau Serif,” imbuhnya.

Contoh curriculum vitae yang tidak baik menggunakan bar persentase dan dua bahasa.Selain dari segi format, substansi dari CV juga harus diperhatikan dengan jeli. Informasi yang berlebihan dan tidak relevan justru membuat CV terlihat penuh sehingga mengurangi tingkat kerapiannya. Bahasa yang digunakan juga harus konsisten, tidak boleh mencampuradukkan dua bahasa atau lebih. “Untuk menyajikan kemampuan atau keahlian profesional, disarankan tidak menggunakan bar persentase karena tidak dapat diketahui aspek penilaiannya,” sambungnya pada Minggu (23/5).

Di akhir, setelah proses sourcing dan screening, perusahaan menghubungi kandidat terpilih melalui kontak yang tersedia di CV. Maka dari itu, penting bagi kandidat pekerja untuk memasukkan informasi personal ke dalam CV. Informasi personal tersebut dapat berupa nama, alamat tempat tinggal, nomor telepon, email, dan akun pribadinya yang terdapat di platform profesional seperti LinkedIn.(*)

Reporter: Dian Nizzah Fortuna

Redaktur: Heny Tri Hendardi

Berita Terkait