ITS News

Senin, 17 Mei 2021
20 April 2021, 23:04

Tiga Persiapan Pemuda untuk Membangun Perekonomian Indonesia

Oleh : itsnaj | | Source : ITS Online

Ilustrasi Pemuda (Image by Sasin Tipchai from Pixabay)

Kampus ITS, ITS News — Proses membangun perekonomian Indonesia tak bisa lepas dari peran para pemuda. Untuk mendalaminya, pada Minggu (18/04), Bidik Misi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (BIMITS) Leadership Training memaparkan tiga kunci utama untuk mempersiapkan pemuda  yang mampu membangun perekonomian Indonesia di masa mendatang.

Pemateri acara, Pandu Utama Manggala menjelaskan, Indonesia yang saat ini menempati posisi 16 besar ekonomi dunia masih memiliki peluang untuk terus berkembang. Pasalnya, negara ini memiliki bons demografi, dimana penduduk usia produktif lebih banyak daripada non produktif. “Sehingga diharapkan para generasi muda bisa menggerakkan sektor perekonomian Indonesia,” urai Pandu.

Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) 2017-2018 ini menambahkan, dibutuhkan kecepatan dalam melihat peluang agar pemuda Indonesia dapat bersaing dengan jutaan pemuda dari luar negeri. Sehingga, dibutuhkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk menciptakan pemuda yang terampil. “Agar pemuda dapat memanfaatkan kemajuan teknologi,” ujarnya.

Pemaparan oleh Pandu Utama Manggala, Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) 2017-2018 di acara BIMITS Leadership Training (BLT)

Maka dari itu, ada tiga investasi SDM yang dapat difokuskan untuk mengembangkan ekonomi Indonesia. Ketiganya ialah educationemployment, dan engagement. Pertama, education atau pendidikan sangat penting dalam meningkatkan kapasitas intelektual. “Sehingga penting juga untuk mencari tahu skill yang membedakan dengan para pemuda lain,” ungkap pria yang menulis buku Ohayou Japan ini.

Kedua, employment atau pekerjaan berfokus terhadap pengembangan mental karakter dimana ini mengajarkan cara bersosialisasi. Sebagai mahasiswa, nilai-nilai tersebut dapat dicapai lewat pembelajaran di organisasi. “Terakhir yaitu engagement atau keterikatan menunjukkan perlunya terhubung dengan orang lain untuk memperluas jejaring social,” sambungnya. 

Melalui ketiga hal tersebut, Pandu berharap agar para pemuda Indonesia dapat mempersiapkan diri dengan baik dan mampu menjalankan perannya untuk membangun perekonomian bangsa. “Indonesia tak tersusun dari batas peta, tapi dari gerak dan peran besar kaum mudanya,” tutupnya dengan menyampaikan  sebuah pepatah bijak. (*)

Reporter: Najla Lailin Nikmah

Redaktur: Heny Tri Hendardi

Berita Terkait