ITS News

Kamis, 15 April 2021
08 Maret 2021, 21:03

KKN ITS Latih Pengajar Pesantren Hadapi Kuliah Online

Oleh : itsnaj | | Source : ITS Online

Foto bersama dengan peserta pelatihan dari pondok pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi

Banyuwangi, ITS News Pandemi membawa dampak dalam proses belajar mengajar, tidak terkecuali bagi pesantren. Melihat hal tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Departemen Sistem Informasi (SI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghelat pelatihan Online Learning untuk para pengajar di Pondok Pesantren Darussalam, Banyuwangi.

Kepada ITS Online, Ketua tim KKN, Alfina Shahira Putri mengungkapkan jika sistem penyampaian materi di pesantren cenderung masih tradisional. Hal tersebut menjadikan santri yang didominasi generasi muda kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran. “Maka dari itu, perlu ada inovasi untuk menyampaikan materi secara lebih kreatif agar lebih mudah diterima,” terang Alfina.

Berangkat dari sana, Alfina dan tim sepakat untuk mengabdi di lokasi tersebut dengan membawa pelatihan bertopik literasi digital dan e-learning. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat oleh Laboratorium Rekayasa Data dan Inteligensi Bisnis (RDIB) ini dilakukan lewat beberapa sesi Zoom, Kamis (20/8/20) silam. 

Adapun sesi dibagi berdasarkan materi yang disampaikan oleh tim KKN. Di antaranya ada materi tentang konten pembelajaran digital berbasis animasi menggunakan Powtoon. Selain itu, ada pemanfaatan gawai untuk menghasilkan video pembelajaran interaktif dengan  Kinemaster. Terdapat pula ujian daring dengan platform Kahoot dan Quizizz. “Tidak ketinggalan, kami juga menggelar pelatihan e-learning management system dengan Google Classroom,” ungkap mahasiswa angkatan 2018 ini.

Sesi penyampaian materi tutorial Google Clasroom oleh Tim KKN ITS

Lebih lanjut, Alfina menyampaikan bahwa KKN ini merupakan ajang bagi para pengajar pesantren agar mampu cakap dalam memanfaatkan teknologi. Hal tersebut demi menciptakan sistem pendidikan pondok pesantren yang lebih modern, efektif, serta sesuai dengan era sekarang. “Selain itu, peserta pelatihan diharapkan dapat menularkan ilmunya kepada koleganya sehingga dampaknya menjadi lebih luas lagi,” terangnya.

Alfina berharap, guru di pesantren dapat terus meningkatkan ilmunya terkait penggunaan platform belajar daring yang sangat bervariasi. “Ke depannya, di era pandemi, kami optimis jika pelatihan terintegrasi untuk guru-guru Indonesia lebih matang lagi. “Tentunya agar kegiatan belajar mengajar daring tetap berjalan baik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Najla Lailin Nikmah
Redaktur: Muhammad Faris Mahardika

Berita Terkait