ITS News

Minggu, 07 Maret 2021
16 Januari 2021, 21:01

Guru Besar ITS Jadi Anggota Termuda AIPI

Oleh : itszar | | Source : ITS Online

Prof Dr I Ketut Aria Pria Utama (kiri) saat dikukuhkan menjadi anggota Komisi Bidang Ilmu Rekayasa Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).

Kampus ITS, ITS News – Inovasi tiada henti senantiasa dilakukan civitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tidak heran jika Guru Besar Departemen Teknik Perkapalan ITS, Prof I Ketut Aria Pria Utama mendapatkan kehormatan dengan terpilih menjadi anggota termuda Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di usia 48 tahun.

Dosen yang akrab disapa Ikap ini mengungkapkan, organisasi besutan Bapak Teknologi Indonesia BJ Habibie ini menjadi tempat berkumpul para ilmuwan-ilmuwan terkemuka yang dikelompokkan pada komisi sesuai dengan bidang yang digeluti. “Saya sendiri tergabung di Komisi Ilmu Rekayasa,” terangnya.

Tidak sembarangan, Ikap memaparkan bahwa para ilmuwan yang menjadi anggota adalah mereka yang memiliki capaian keilmuan dan profesionalisme serta diakui secara global. “Anggota AIPI dipilih tidak semata-mata karena jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga karena peran di masyarakat umum atau profesional pada skala nasional dan global,” imbuhnya.

Dalam perekrutannya, Ia memaparkan, mula-mula calon anggota diusulkan oleh anggota AIPI kemudian diundang untuk menjelaskan kapabilitas keilmuannya. “Calon anggota juga diperiksa capaian prestasinya dipilih lewat pemungutan suara anggota eksisting,” jelasnya.

Ikap sendiri mengangkat isu kelautan dan kemaritiman sedang menguat saat itu. Ditambah lagi, Ia merupakan pakar di bidang tersebut “Waktu itu, topik pidato pengukuhan yang saya bawakan yakni tentang pembangunan kelautan dan kemaritiman Indonesia untuk kesejahteraan bangsa,” kenangnya.

Terpilih sejak tahun 2015, Ia menjelaskan anggota AIPI dapat menjalankan tugas dengan berbagai cara. Anggota AIPI dapat membuat paper ilmiah, tulisan dalam bentuk policy brief, opini di surat kabar, dan lainnya. “Dapat juga dilakukan dengan memberikan solusi yang berangkat dari persoalan krusial lewat diskusi, workshop, atau seminar,” ucapnya.

Dosen yang menjabat sebagai Wakil Presiden The Royal Institution of Naval Architects (RINA) sejak 2019 ini menuturkan, anggota AIPI juga dapat melakukan risetnya di tempat kerja masing-masing, seperti dosen yang melakukan penelitian di kampus. Lima tahun berkontribusi menjadi anggota AIPI membuat Ikap sendiri mengaku bahwa Ia terus mengembangkan kemampuan risetnya. 

Prof I Ketut Aria Pria Utama (baju merah) bersama rekan-rekan dari Komisi Ilmu Rekayasa AIPI

Bagaikan separuh jiwanya, Ia terus menelurkan ide dan inovasi di dunia kemaritiman dan kelautan. Inovasi ini Ia salurkan lewat berbagai penelitian, seperti pengembangan energi laut menggunakan vertical axis current turbine, pengembangan kapal-kapal berlambung banyak yang efisien dalam pemakaian energi, pengurangan hambatan atau drag kapal akibat pertumbuhan biofouling dan kekasaran permukaan kapal, dan lainnya.

Tak lupa ia juga melebarkan sayapnya dalam mengembangkan hasil penelitiannya. Dosen kelahiran Denpasar ini mengaku pernah melakukan kerjasama riset dengan institusi seperti Universitas Indonesia (UI) dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) serta lembaga di luar negeri antara lain University of Southampton UK dan University of Melbourne di Australia.

Di luar hal itu, Ikap terbiasa melakukan riset seputar ilmu perkapalan dan kemaritiman di ITS bersama kolega dosen dan mahasiswa. Nantinya, hasil-hasil yang didapat akan disajikan pada seminar, jurnal ilmiah internasional, atau pertemuan di bidang terkait yang diselenggarakan oleh AIPI. “Hal ini sebagai bentuk kontribusi pemikiran dan karya nyata untuk masyarakat,” beber pakar hidrodinamika ini. 

Sebagai dosen ITS yang menjadi bagian dari garda depan ilmu pengetahuan di AIPI, Ia memberikan pesan bahwa tidak ada halangan bagi orang-orang Indonesia, khususnya para akademisi, untuk tidak meningkatkan kualitas dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Maka dari itu, mari kita berupaya memaksimalkan potensi berdasarkan minat dan keahlian masing-masing untuk kemajuan Indonesia,” tandas guru besar ITS ke-67 ini. (zar/fat)

Berita Terkait