ITS News

Sabtu, 01 Oktober 2022
07 November 2020, 17:11

Presentasi 11 Karya Inovasi Tutup Professor Summit 2020

Oleh : itsmis | | Source : www.its.ac.id

Kampus ITS, ITS News – Dewan Profesor (DP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah sukses menggelar Professor Summit 2020 secara daring. Setelah empat hari dilaksanakan, satu-satunya pertemuan tingkat tinggi profesor se-Indonesia ini resmi ditutup dengan presentasi karya-karya inovatif dari 11 profesor, Jumat (6/11).

Prof Dr Ir Imam Robandi MT, Sekretaris Dewan Profesor ITS, menjelaskan bahwa dalam kali kedua pelaksanaannya, Professor Summit 2020 turut didukung oleh tiga organisasi profesor terbesar di Indonesia yakni Majelis Dewan Guru Besar PTN Badan Hukum (MDGB PTNBH), Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI), dan Asosiasi Profesor Indonesia (API).

Menurut Imam, dari 268 juta penduduk, Indonesia hanya memiliki 5.500 profesor. Hal ini menjadi kekuatan, mengingat profesor adalah para pemikir. “Sehingga sudah seharusnya mereka memikirkan permasalahan aktual bangsa ini beserta penanganannya,” ucap Imam yang bertindak sebagai moderator dalam Professor Summit 2020 ini.

Sebagai forum bertukar informasi khususnya di era pandemi, dikatakan Imam, Professor Summit 2020 diisi dengan enam seminar nasional yang mengangkat berbagai topik dan bidang. Serta di penghujung acaranya, menyajikan Seminar Karya Inovasi Profesor dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH).

Prof Ketut Buda Artana dari ITS ketika menyampaikan karya inovasinya mengenai Keselamatan Kapal dan Instalasi di Laut

Prof Ketut Buda Artana dari ITS ketika menyampaikan karya inovasinya mengenai Keselamatan Kapal dan Instalasi di Laut

“Tujuannya untuk memompa para guru besar agar selalu berkarya, meningkatkan sensitivitas atau kepekaan, idealisme, integritas, dan mengutamakan kebermanfaatan untuk bangsa dan masyarakat,” ungkap guru besar Teknik Elektro ITS ini.

Meski mengambil tema Challenges of Professors in the Era of Covid-19 Pandemic and Beyond atau Tantangan Profesor di Era Pandemi Covid-19 dan Sesudahnya, Imam menuturkan bahwa inovasi-inovasi yang dipresentasikan tidak melulu berkutat dalam masalah pandemi. Salah satu contohnya adalah inovasi mengenai Keselamatan Kapal dan Keamanan Instalasi Laut yang dibawakan oleh Prof Ketut Buda Artana dari ITS.

“Inovasinya adalah membentuk sistem cerdas early warning (peringatan dini) agar kapal-kapal dapat berjalan mulus di rutenya masing-masing dan terhindar dari kecelakaan seperti tabrakan dengan jaringan pipa gas bawah laut dan sebagainya,” paparnya.

Prof Aris Purwanto dari IPB memaparkan Teknologi Ultrafine Bubble untuk mempercepat masa dormansi benih

Prof Aris Purwanto dari IPB memaparkan Teknologi Ultrafine Bubble untuk mempercepat masa dormansi benih

Selain itu, adapula presentasi inovasi lain mengenai Teknologi Ultrafine Bubble oleh Prof Aris Purwanto dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Berdasarkan penelitian tersebut, rupanya benih tidak dapat langsung ditanam karena adanya masa dormansi, yaitu suatu keadaan di mana benih mengalami masa tidur sehingga tidak akan mengalami perkecambahan meski ditanam.

“Melalui inovasi berupa teknologi Ultrafine Bubble, masa dormansi benih dapat dipercepat. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi petani-petani di Indonesia,” terangnya.

Lebih lanjut, dipresentasikan pula inovasi yang berkaitan dengan pandemi Covid-19. Salah satunya yaitu mengenai Vaksin Covid-19 yang dibawakan oleh Prof Kusnandi Rusmil dari Universitas Padjadjaran (Unpad).

Prof Dr Ir Imam Robandi MT saat menjadi moderator dalam penutupan Professor Summit 2020

Prof Dr Ir Imam Robandi MT saat menjadi moderator dalam penutupan Professor Summit 2020

Menurut Imam lagi, kesebelas inovasi yang disajikan pada hari terakhir Professor Summit 2020 ini sangatlah inovatif dan diharapkan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua DP ITS Prof Dr Nadjadji Anwar pun menganugerahi kesebelas profesor yang mempresentasikan karya inovasinya dengan penghargaan Outstanding Professor in Research Innovation. Dalam sambutannya, guru besar Departemen Teknik Sipil ini berharap agar semua karya inovasi yang telah dipresentasikan dapat diwujudkan dan dimanfaatkan di masyarakat.

“Sekecil apapun hasil yang dirasakan saat ini, niscaya akan memberi dampak yang signifikan pada saatnya nanti,” ujarnya penuh keyakinan. (ra/HUMAS ITS)

Berita Terkait