Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng (kanan) dan Bambang Wicaksono MMT saat berdiskusi dalam MoU tersebut.
Kampus ITS, ITS News — Menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) membuat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) wajib menjamin fasilitas penunjang untuk mahasiswanya. Oleh karena itu, ITS bersama Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IKOMA) mengadakan Memorandum of Understanding (MoU), guna membicarakan tiga substansi kerja sama untuk kesejahteraan mahasiswa di Gedung Rektorat, Kamis (8/10).
Dalam sambutannya, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng menyebutkan tiga substansi kerja sama tersebut yaitu kerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa dan Budaya ITS, kerja sama dalam bidang beasiswa, dan kerja sama untuk perbaikan kantin ITS. Tiga substansi tersebut dirasa penting untuk menunjang kesejahteraan mahasiswa dalam masa perkuliahan. “Kami berharap IKOMA dapat membantu kami,” ujarnya.
Ashari sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa kantin ITS memang perlu adanya pengembangan. Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui penambahan jumlah meja dan kursi yang tersedia. Hal ini dilakukan agar mahasiswa semakin nyaman saat menikmati makanan dan minuman di kantin.
Selain itu, dalam kerja sama pemberian beasiswa, IKOMA diharap dapat membantu mahasiswa terutama jalur kemitraan mandiri. Hal tersebut lantaran, mereka tidak bisa menerima beasiswa bidikmisi atau beasiswa sejenis dari pemerintah. “Meskipun keadaan ekonomi mereka berubah secara tiba-tiba, mahasiswa jalur tersebut sulit untuk menerima bantuan dari pemerintah,” ungkap Guru Besar Teknik Elektro ITS ini.
Lebih lanjut, Ashari menjelaskan bahwa kerja sama IKOMA dengan UPT Bahasa dan Budaya juga dinilai penting. Hal ini dikarenakan tuntutan dari ITS kepada mahasiswa untuk memiliki nilai minimal TEFL sebagai salah satu syarat kelulusan. Namun, tuntutan ini belum diimbangi secara maksimal dengan program pembinaan yang diberikan ITS. “Oleh karena itu, saya berharap IKOMA dapat membantu biaya mahasiswa yang ingin mengikuti pembinaan,” jelasnya.
Tidak sampai disitu, laki-laki berperawakan tinggi ini juga menyebutkan fasilitas lain yang saat ini sedang direncanakan untuk direnovasi kepada IKOMA. Misalnya seperti pembenahan fasilitas ruang kelas dan pembangunan ITS media kreatif. Hal ini dilakukan karena Ashari berharap agar fasilitas ini dapat selesai dan dinikmati saat pembelajaran tatap muka sudah bisa dilakukan.
Menanggapi itu semua, Bambang Wicaksono MMT Ketua IKOMA ITS menyampaikan bahwa IKOMA telah melakukan kerja sama dengan UPT Bahasa dan Budaya di bidang pembinaan. Namun sebelumnya pembinaan ini hanya diperuntukkan kepada mahasiswa yang akan lulus. “Nanti bisa kami bicarakan lagi dengan pihak UPT Bahasa dan Budaya,” katanya.
Bambang melanjutkan, alokasi bantuan terhadap pembangunan kantin ITS saat ini masih ditujukan untuk kantin di kampus ITS Manyar. Bantuan tersebut berupa meja, kursi, dan counter. “Kami berusaha agar bantuan terhadap kantin ITS di kampus Sukolilo dapat segera direalisasikan,” tuturnya
Di akhir acara, kedua belah pihak berharap agar kerja sama dan rencana-rencana yang sudah dipaparkan dapat segera direalisasikan. Tidak hanya itu, mereka juga berharap agar IKOMA memiliki sebuah badan hukum. “Jika sudah memiliki badan hukum, maka IKOMA bisa bekerja secara formal,” pungkas Ashari. (dil/lut)
Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng (dua dari kanan) dan Bambang Wicaksono MMT (dua dari kiri) saat menandatangani surat perjanjian kerja sama.
Kampus ITS, ITS News — Seiring berakhirnya masa bakti Majelis Wali Amanat (MWA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) periode
Jakarta, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya sebagai pusat inovasi teknologi nasional dengan meraih pendanaan
Surabaya, ITS News — Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkunjung langsung ke
Kampus ITS, ITS News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi yang inklusif

