ITS News

Rabu, 05 Agustus 2020
29 Juni 2020, 19:06

Permudah Alur Integrasi SDM, Mahasiswa ITS Raih Best Young Innovators

Oleh : itsdil | | Source : ITS ONLINE

Dari kiri, Anis Salamatul Fitria, Roosita Noor, dan Marsya Aulia Fardana saat berfoto bersama.

Kampus ITS, ITS News — Seakan tidak pernah puas, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengharumkan nama almamater untuk kesekian kalinya. Kali ini melalui predikat Best Young Innovators yang berhasil diraih oleh tiga mahasiswa Departemen Teknik Sistem dan Industri dalam kompetisi inovasi yang diadakan oleh PT Astra Daihatsu Motor bertajuk Building and Empowering Young Innovators for Indonesia (ASTRA BEYOND).

Mereka adalah Roosita Noor, Anis Salamatul Fitria, dan Marsya Aulia Fardana. Tergabung dalam sebuah tim “Mahidara”, ketiganya berhasil memecahkan permasalahan yang diberikan oleh PT Astra Daihatsu Motor guna meningkatkan kualitas produk, pelayanan, maupun Sumber Daya Manusia (SDM). “Dalam hal ini, kami mengusung konsep inovasi untuk mengintegrasi SDM antar lini dan jabatan menggunakan teknologi informasi,” ujar Roosita Noor sebagai ketua tim.

Dalam kesempatan yang sama, Anis Salamatul Fitria, salah satu anggota tim tersebut mengatakan bahwa proposal yang diajukan mampu mengantarkan mereka hingga babak final. Pada seleksi awal, proposal tersebut berisi tentang aplikasi yang mampu mengintegrasi rangkaian kegiatan perusahaan dan alur rantai pasok milik PT Astra Daihatsu Motor.

Mahasiswi yang kerap disapa Anis ini mengungkapkan bahwa ide dalam proposal tersebut kemudian lebih difokuskan lagi saat mencapai babak final. Hal itu dikarenakan PT Astra Daihatsu Motor memiliki cakupan yang luas dalam rangkaian kegiatan perusahaannya dan masih perlu peningkatan dalam hal integrasi tugas, peran, dan wewenang pekerjaan. “Jadi kami lebih berfokus pada pembagian kerja, presensi, dan performa kerja karyawan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Anis menjelaskan bahwa setiap hari pekerja dapat melakukan presensi melalui website tersebut. Tidak hanya itu, pekerjaan yang selesai dilakukan dapat diisi di dalam website dan akan langsung terlihat progresnya. “Data kehadiran, performa kerja, dan wewenang pekerjaan bisa langsung diakses oleh pimpinan masing-masing pekerja,” jelasnya.

Tampilan aplikasi inovasi buatan Roosita Noor, Anis Salamatul Fitria, dan Marsya Aulia Fardana yang dapat membantu PT Astra Daihatsu Motor.

Dari segi manfaat, Anis menyebutkan ada beberapa hal positif yang dapat diperoleh saat inovasi ini digunakan. Diantaranya adalah semua data dapat tersimpan dengan baik sehingga dapat lebih mudah digunakan saat dibutuhkan. “Pihak PT Astra Daihatsu Motor juga dapat menggunakan data ini untuk mempermudah pengambilan keputusan,” imbuhnya.

Berdasarkan hal tersebut, inovasi dari tim ini dinilai juri dapat menjadi solusi tepat dalam mengintegrasikan pekerjaan antar karyawan, memonitor presensi, dan memonitor performa karyawan. “Sehingga semuanya dapat terkontrol dan berjalan dengan baik,” kata mahasiswi angkatan 2017 ini.

Dalam proses pembuatannya, alumnus SMA Negeri 5 Surabaya ini menyampaikan bahwa banyak kesulitan yang telah dihadapi oleh timnya. Kesulitan paling utama berasal dari kurangnya kepercayaan diri dan dirasa belum memiliki kemampuan yang cukup. “Banyaknya peserta lain dari perguruan tinggi bergengsi juga menjadi alasan lain yang sempat membuat kami tidak percaya diri,” ungkapnya.

Namun, ketidakpercayaan diri bukan menjadi halangan untuk terus maju dan meraih kemenangan. Bermodalkan sifat pantang menyerah, inovasi yang mereka buat berhasil menjadi yang terbaik diantara 94 peserta dari 12 universitas bergengsi yang mengikuti ajang ini.

Dalam akhir wawancaranya, Anis berharap agar kompetisi ini dapat melambungkan nama ITS di tingkat nasional. Tidak hanya itu, Ia juga berharap agar PT Astra Daihatsu Motor dapat menjalin kerjasama lebih lanjut dengan pihak ITS. “Semoga karya kami juga dapat bermanfaat dan dikembangkan lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya penuh harap. (dil/lut)

Berita Terkait