ITS News

Sabtu, 11 Juli 2020
27 Mei 2020, 17:05

KKN Model Baru di Masa Pandemi, ITS Rekrut Relawan Desa

Oleh : itsmis | | Source : www.its.ac.id

Novie Wahyu Dhanayani, mahasiswa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota ITS (tengah) saat memberikan bantuan baju hazmat pada Pokesdes Jatiprahu

Kampus ITS, ITS News – Banyaknya aktivitas akademik di kampus yang berubah dalam beberapa waktu ini merupakan salah satu bentuk pencegahan penyebaran wabah Covid-19. Tidak hanya perubahan kegiatan dari luring menjadi daring, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun turut mengalami penyesuaian dengan melibatkan mahasiswa yang akan menjadi relawan desa.

Kepala Subdirektorat Pengabdian Masyarakat ITS Lalu Muhamad Jaelani ST MSc PhD menjelaskan, keputusan terkait KKN ini dibentuk usai diselenggarakannya rapat antara beberapa perwakilan kampus dengan pihak Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), awal April lalu. “Pada pertemuan tersebut pihak kampus diminta untuk turut serta berperan aktif dalam mencegah dan mengurangi dampak Covid-19 di desa,” ujar dosen yang akrab disapa Lalu ini.

Menanggapi hasil rapat tersebut, lanjut Lalu, ITS mengeluarkan edaran terkait penyetaraan aktivitas mahasiswa sebagai program KKN Covid-19. Mahasiswa yang tergabung dalam program ini akan disebut dengan Relawan Desa. Durasi dari program ini minimal berlangsung selama dua minggu untuk setiap mahasiswa. “Tercatat telah ada sebanyak 37 desa yang kini menjadi lokasi KKN tersebut,” tuturnya.

Mukhammad Ilham Hidayat, mahasiswa Departemen Teknik Kelautan ITS (kiri) ketika memberikan bantuan sembako pada warga di Desa Deketwetan, Kabupaten Lamongan

Lalu menerangkan bahwa pelaksanaan program tersebut merujuk kepada Surat Edaran Kemendes PDTT tentang Desa Tanggap Covid-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) serta aktivitas lainnya seperti pemberdayaan ekonomi. “Secara garis besar, ada tiga aktivitas yang diambil oleh relawan desa yakni meliputi tindakan pencegahan, penanganan serta pemberdayaan ekonomi, dan perlindungan sosial,” paparnya.

Pada tindakan pencegahan, kata Lalu, mahasiswa diharuskan untuk bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk oleh pihak desa. Salah satu bentuk kegiatan yang dapat dilakukan adalah berupa edukasi melalui sosialisasi yang tepat dengan menjelaskan informasi terkait dengan Covid-19. “Informasi tersebut dapat berupa gejala, cara penularan, maupun langkah-langkah pencegahannya,” ujar dosen Teknik Geomatika ini.

Pada aktivitas penanganan, Lalu menjelaskan bahwa setiap mahasiswa harus mendatangi Puskesmas atau layanan kesehatan setempat, mendata kebutuhan mereka dan melaporkan kepada ITS. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 30 puskesmas yang mendapatkan manfaat dari Relawan Desa KKN Covid-19 ini. “Bantuan tersebut berupa pengiriman APD Hazmat suit dari ITS untuk diserahkan ke Puskesmas tempat relawan berada,” ungkapnya.

Wiji Renisa Dwiningtyas, mahasiswa Departemen Statistika Bisnis ITS (kiri) saat memberikan bantuan sembako pada salah satu warga di Desa Sukodadi, Lamongan

Kemudian, khusus terkait penanganan dan pemberdayaan ekonomi, mahasiswa akan bekerja sama dengan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk memproduksi kebutuhan Alat Perlindungan Diri (APD) yang diperlukan oleh petugas kesehatan seperti masker, baju hazmat, pelindung wajah, atau kebutuhan lainnya. “Sampai saat ini, telah terdistribusi 3.000 masker ke masyarakat dan 1.100 baju hazmat yang telah dikirim ke berbagai daerah,” beber dosen asal NTB ini.

Kemudian lanjut Lalu, untuk aktivitas perlindungan sosial, ITS mewajibkan setiap relawan desa untuk mencari dua hingga tiga warga di wilayah masing-masing yang kurang beruntung secara ekonomi. “Alhamdulillah, di tahap satu ITS telah menyalurkan paket sembako ke 17 desa melalui relawan desa ini,” akunya.

Lalu menjelaskan bahwa KKN model ini diambil dengan mempertimbangkan dua hal. Pertama, yakni dikarenakan sebagian besar masyarakat Indonesia bertempat tinggal di desa. Pada saat berbondong-bondong penduduk kota atau luar negeri pulang kampung, desa akan menjadi wilayah yang rentan akan penyebaran Covid-19. “Kehadiran kelompok masyarakat berpengetahuan lebih terkait Covid-19 ini sangat diperlukan sebagai pendamping dalam menghadapi kondisi tersebut,” jelasnya.

Pertimbangan kedua, yakni agar mahasiswa yang telah berada di daerah masing-masing tetap dapat mengambil peran di masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan dampak langsung maupun tidak langsung yang ditimbulkan oleh Covid-19. “Melalui KKN model baru ini, kami berharap mahasiswa tetap bisa memberikan kontribusi nyata dengan risiko terpapar Covid-19 yang minim karena jangkauan pergerakan yang tidak terlalu jauh,” tutur Lalu penuh harap.

Yulian Farid Wahyudi, mahasiswa Departemen Statistika Bisnis ITS (kanan) saat memberikan bantuan baju hazmat ke Puskesmas Perak, Jombang

Salah satu mahasiswa Departemen Statistika Bisnis ITS, Yulian Farid Wahyudi, yang turut bergabung dalam program KKN ini mengaku merasa sangat senang karena dapat berkontribusi memberikan bantuan langsung, walaupun tidak terlalu besar selama pandemi Covid-19 berlangsung. “Saya berharap pandemi ini segera berakhir dan untuk teman-teman semoga tetap semangat untuk berbuat kebaikan,” pungkas mahasiswa asal Desa Sembung, Jombang ini. (ai/HUMAS ITS)

Berita Terkait