ITS News

Rabu, 06 Juli 2022
19 April 2020, 07:04

Ciptakan Bangunan Ramah Lingkungan dengan Konsep Sarang Rayap

Oleh : itsdil | | Source : ITS ONLINE

Dari kiri, Amaluddin Fajar, Muhammad Yusril Bastian, dan Akhmad Syarifuddin saat berfoto bersama.

Kampus ITS, ITS News – Sirkulasi udara pada sebuah bangunan merupakan aspek penting yang harus diperhatikan ketika hendak merancang sebuah bangunan. Melihat fakta ini, tiga mahasiswa Departemen Teknik Infrastruktur Sipil menciptakan desain bangunan ramah lingkungan berkonsep sarang rayap yang mampu memberikan sirkulasi udara yang lebih baik.

Mereka adalah Muhammad Yusril Bastian, Amaluddin Fajar, dan Akhmad Syarifudin. Ketiganya tergabung dalam tim yang bernama Victorya. Menurut Muhammad Yusril Bastian, saat ini Indonesia memiliki banyak permasalahan lingkungan. Oleh karena itu, bangunan ini hadir untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. “Salah satunya adalah permasalahan suhu panas di Indonesia,” ungkapnya.

Yusril sapaan akrabnya, melanjutkan beberapa permasalahan lain yang juga mendasari pembuatan bangunan ini. Diantaranya adalah banyaknya banjir yang sering terjadi, masalah pemukiman padat penduduk, serta tata ruang yang dinilai buruk. “Rumah ramah lingkungan diharap dapat menjadi solusi dari permasalahan yang ada,” ujarnya.

Yusril mengungkapkan rumah ramah lingkungan ini mengambil konsep sarang rayap. Konsep bangunan sarang sayap adalah konsep bangunan yang dapat mensirkulasi udara dari luar. Selain itu konsep ini juga dapat menurunkan suhu panas di dalam ruangannya. “Konsep ini sengaja dipilih agar bangunan terasa sejuk tanpa memakai alat pendingin ruangan,” imbuhnya.

Mahasiswa angkatan 2017 ini menjelaskan bahwa suhu dari luar direduksi terlebih dahulu. Setelah itu, udara disalurkan menuju ruangan-ruangan yang ada di dalamnya, sehingga rumah akan terasa lebih dingin. “Sarang rayap mampu menurunkan suhu sampai sepuluh derajat celcius,” jelasnya.

Desain dari rumah ramah lingkungan berkonsep sarang rayap.

Yusril menambahkan, tidak hanya menggunakan konsep sarang rayap saja, tetapi juga sistem rainwater harvesting diterapkan dalam bangunan ini. Menggunakan sistem tersebut, air hujan dipanen lalu disimpan dalam sebuah bak penampungan. “Bak penampung ini kami letakkan di bawah bangunan,” katanya.

Pria berambut ikal ini menjelaskan bahwa air hujan yang dapat dipanen mencapai 1,44 meter kubik per harinya. Otomatis hal ini dapat mengurangi jumlah air yang seharusnya dibuang ke selokan depan rumah. Tentu saja hal tersebut dapat mengurangi potensi luapan air sungai dan selokan yang menyebabkan banjir.

Laki-laki berkulit sawo matang ini mengungkapkan bahwa air yang ditampung tersebut dapat digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Selain meminimalisir adanya bencana banjir, ternyata juga dapat menghemat penggunaan air. Hal itu tentu saja dapat mencegah kekeringan yang juga marak terjadi di Indonesia. “Banyak manfaat yang diperoleh dari penampungan air ini,” tuturnya.

Desain bak penampungan dari rumah ramah lingkungan berkonsep sarang rayap.

Dari segi bahan bangunan, Yusril mengatakan bahwa tidak ada kriteria khusus yang dibutuhkan dalam pembuatan bangunan ini. Bahan bangunan yang dipilihnya hampir sama dengan rumah konvensional pada umumnya. “Kami juga memilih beton mutu 25 MPa seperti rumah konvensional lainnya,” jelasnya.

Yusril menyebutkan beberapa keunggulan dari rumah ramah lingkungan yang dibuatnya. Diantaranya adalah mampu menghemat energi listrik sebesar 93 persen dibanding penggunaan Air Conditioner (AC)  dan 21 persen dibanding penggunaan kipas angin. Sedangkan untuk pemakaian air, rumah ini mampu menghemat penggunaan air sebesar 100 persen dibanding rumah konvensional.

Berkat keunggulan-keunggulan yang ditawarkan oleh karyanya tersebut, Yusril bersama kedua temannya berhasil meraih juara dua dalam lomba karya tulis ilmiah di Universitas Udayana Bali akhir Februari lalu. Di akhir wawancara, Yusril berharap pemerintah dapat mendukung inovasi ini dengan memberi suntikan modal dalam pembangunannya.

“Selain itu perlu adanya sosialisasi ke masyarakat secara langsung agar masyarakat mulai mengenal rumah ramah lingkungan ini,” pungkasnya. (dil/rur)

Tampak luar dari simulasi rumah ramah lingkungan berkonsep sarang rayap.

Berita Terkait