ITS News

Jumat, 22 Januari 2021
01 Januari 2020, 22:01

Resolusi Tahun Baru : Penting atau Tidak?

Oleh : itsra | | Source : ITS Online

Ilustrasi pembuatan resolusi tahun baru 2020 (sumber gambar : artikel.rumah123.com)

Kampus ITS, Opini – Pergantian tahun selalu identik dengan yang namanya resolusi. Ibarat kata, rasanya kurang lengkap apabila menyambut awal tahun tanpa menyusun resolusi. Sebagian besar percaya bahwa resolusi dibuat sebagai target awal dalam memacu seseorang mencapai sesuatu yang diinginkan. Ironisnya, resolusi yang dibuat dari tahun ke tahun selalu sama dan bahkan banyak resolusi yang telah dilupakan. Dengan kata lain, masih pentingkah resolusi itu?

Kebanyakan orang menganggap bahwa resolusi awal tahun sangatlah penting. Banyak dari mereka yang berlomba-lomba menyusun resolusi sebagus mungkin untuk nantinya dipamerkan di sosial media masing-masing.  Bagi mereka, resolusi berguna untuk menambah semangat juang dan memperkuat tekad dalam mencapai target yang diinginkan. Selain itu, resolusi juga menjadi sumber kebahagiaan sederhana bila ada satu saja dari daftar impian-impiannya yang terlaksana. Dengan bergantinya kalender di rumah, mereka berharap dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Menurut saya, tidak ada yang salah dengan merumuskan resolusi tahun baru. Namun, kita semua pasti tahu hidup tidak semudah merangkai resolusi. Beberapa hal bisa saja terjadi diluar ekspektasi. Kebanyakan dari mereka yang memiliki resolusi tahun baru terjebak pada euforia sesaat, tanpai memikirkan aksi untuk mencapai resolusi yang dibuat.

Berdasarkan definisi yang ditulis Kamus Cambridge, resolusi tahun baru adalah janji yang dibuat pada diri sendiri untuk memulai sesuatu yang baik dan menghentikan kebiasaan yang buruk mulai dari hari pertama di tahun baru. Sedangkan yang namanya janji, bila diingkari sama saja dengan mengkhianati diri sendiri.

Faktanya, sebuah studi yang dilakukan oleh Richard Wiseman dari Universitas Bristol  menunjukkan bahwa 88% dari mereka yang memiliki resolusi tahun baru gagal mewujudkannya. Padahal, 52% dari responden yakin pada awalnya bahwa mereka akan berhasil mewujudkannya.

Resolusi yang tadinya dibuat mulai dari yang sederhana seperti ingin bahagia hingga yang fantastis seperti ingin membangun bisinis, ujung-ujungnya hangat-hangat tahi ayam juga. Semangatnya hanya menggebu-gebu di awal saja, namun lambat laun akan kehilangan motivasi dan menjalani hari dengan apa adanya saja. Ketika satu tahun berakhir, mereka hanya bisa tersenyum getir meratapi resolusi yang telah mereka buat sebelumnya.

Hal ini terbukti dari artikel U.S. News yang menyebutkan bahwa sekitar 80% resolusi tahun baru yang dibuat oleh orang Amerika gagal dipertahankan saat baru memasuki minggu kedua bulan Februari. Terhitung belum genap dua bulan, tapi resolusi-resolusi yang dibuat penuh optimisme itu sudah menguap entah kemana.

Ironi ini membuat beberapa orang beranggapan bahwa resolusi awal tahun tidak begitu penting. Mereka lebih memilih menjalani hidup bak air yang mengalir. Tentu, anggapan ini juga sah-sah saja. Mereka berpikir, resolusi tidak harus dibuat tiap akhir atau awal tahun saja. Bagi mereka, sepanjang hidup mereka akan terus mengevaluasi diri dan memperbarui visi misinya tanpa harus susah payah memikirkan resolusi yang baru.

Pada akhirnya, resolusi hanyalah soal selera. Tak ada yang mewajibkan dan tak mengapa bila tak diindahkan. Hanya saja yang salah adalah apabila resolusi membuat kita terbebani dan menghalangi kita berkreasi karena hanya terpaku pada target tapi menutup mata pada realita yang terjadi. Selain itu, anggapan yang salah apabila tanpa resolusi hidup kita terkatung-katung, tanpa tujuan, tanpa arti, dan tak berkembang menjadi orang yang lebih baik lagi.

Terlepas dari kelompok yang manakah kita, tanamkan pada diri sendiri untuk terus maju tiap hari. Kuncinya adalah melalui revolusi. Revolusi disini maksudnya ialah melakukan gebrakan, perubahan, upaya, usaha, atau aksi nyata. Seberapa kerennya resolusi pun tak bermakna tanpa revolusi, karena rencana besar tanpa pelaksanaan adalah sebuah kesia-siaan. Bukankah satu-satunya cara untuk mewujudkan mimpi adalah dengan segera bangun dari tidur?

Maka kiranya yang lama berakhir tanpa sesal dan yang baru dapat ditempuh dengan lebih baik. Selamat introspeksi diri, selamat menyusun resolusi, selamat menggapai mimpi. Selamat tahun baru 2020!

 

Ditulis oleh:

Tiara Hikmata Billah

Mahasiswa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota

Angkatan 2019

Reporter ITS Online

Berita Terkait