ITS News

Sabtu, 29 Februari 2020
16 Desember 2019, 21:12

Dinahkodai Dekan Anyar, FTK Siap Dorong Internasionalisasi

Oleh : itsdik | | Source : ITS Online

Dr Eng Trika Pitana ST MSc, Dekan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) terpilih periode 2020-2024

Kampus ITS, ITS News — Baru ditetapkan sebagai Dekan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK), Dr Eng Trika Pitana ST MSc mulai mempersiapkan bahtera fakultas agar dapat mengarungi samudra empat tahun mendatang. Kepada ITS Online, Trika menerangkan bahwa FTK akan memiliki beberapa fokus rencana, salah satunya adalah internasionalisasi fakultas agar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) semakin dekat menuju World Class University (WCU).

Dr Eng Trika Pitana ST MSc menuturkan bahwa ke depannya, ia bersama Wakil Dekan FTK terpilih, Dr Eng Rudi Waluyo P ST MT, akan mendorong fakultas untuk mendapat pengakuan internasional. Di mana hal tersebut sesuai dengan visi dan fokus ITS menuju kampus riset dan inovasi. “Jadi pengakuan internasional melalui inovasi karya oleh fakultas, sebelum akhirnya kampus (ITS, red) dapat menuju WCU,” ujar Dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ini.

Dalam mencapai tujuannya, Trika menjelaskan bahwa FTK perlu melibatkan tiga jenis stakeholder. Yang pertama, pihak nasional berupa pemerintah dan industri maritim terkait. Kemudian pihak internasional seperti kerja sama dengan kampus dan pusat riset mancanegara. Tidak luput, alumnus Departemen Teknik Sistem Perkapalan ini juga menekankan untuk dilibatkannya alumni dalam menyokong pengakuan FTK ITS di kancah internasional. 

FTK, melalui Trika, beranggapan bahwa pengakuan internasional saat ini sangat penting karena hal tersebut dapat membentuk reputasi, sebuah bukti bahwa FTK dapat bersaing di kancah global dan mampu menjadi motor penggerak ITS menuju WCU. “Saya optimis jika akreditasi, kerja sama, dan penelitian gabungan digalakkan, maka ITS melalui FTK akan semakin dekat mewujudkan WCU,” imbuhnya.

Kini, tiga departemen FTK sudah mulai diakui dalam akreditasi internasional, diantaranya Departemen Teknik Perkapalan dengan Asean University Network Quality Assurance Standard (AUN-QA), Departemen Teknik Sistem Perkapalan dengan Institute of Marine Engineering Science and Technology (IMarEST) dan ZevA Accreditation Board Europe, serta Departemen Teknik Kelautan dengan Indonesian Accreditation Board for Engineering (IABEE). Sementara Departemen Teknik Transportasi Laut pun sedang terus memperbaiki kualitas agar mampu mendapat akreditasi IABEE.

Rencana Tentatif FTK 2020 – 2024

Di samping pengakuan internasional, Trika dan tim mulai menyiapkan beberapa rencana tentatif. Di antaranya ialah penguatan kerja sama nasional, khususnya industri maritim. Saat ini, menurut Trika, dosen di FTK sudah memiliki banyak andil dalam perkembangan industri maritim. Namun menurutnya, hal ini masih perlu dikoordinasikan lebih baik lagi. “Agar hubungan baik dari kerja sama tersebut dapat terus terjaga,” tegasnya.

Selanjutnya, Trika ingin agar potensi program studi (prodi) baru di FTK dapat berkembang. Di mana, saat ini FTK baru memiliki empat departemen yang memiliki prodi pascasarjana sendiri, yang berarti belum seluruhnya. Padahal menurut pria berkaca mata ini, sumber daya pengajar dirasa sudah cukup dan mumpuni untuk mewujudkan prodi dan departemen anyar. 

Ketiga ialah tentang Sumber Daya Manusia (SDM) FTK. Trika menganggap perlu adanya pengembangan dalam hal SDM. Menurutnya, kuantitas profesor di FTK perlu ditingkatkan dan diisi dengan dosen yang layak, serta memiliki pengakuan internasional atas diri pengajar tersebut. “Hal ini yang kami rasa cukup berat untuk dilakoni,” paparnya serius.

Tidak hanya dosen, Trika percaya bahwa staf serta tenaga pendidik (tendik) pun penting untuk dikembangkan dengan diikutsertakan dalam pelatihan level internasional (staff mobility). Dan tentu yang tidak kalah penting ialah mendorong mahasiswa agar aktif mengikuti kegiatan internasional. “Karena jika kami serius hendak mendapat pengakuan internasional, kami harus imbangi dengan kondisi internal yang memadai,” ungkap Trika. 

Bersama alumni, Trika dan tim hendak memperkuat kerja sama antar kedua pihak. Hal ini dilakukan karena menurutnya alumni dapat menjadi sumber pendanaan dalam pengembangan fakultas. Di sisi lain, alumni juga ia rasa dapat membagikan pengetahuan mereka, baik terkait dunia kuliah atau pengalaman dunia kerja. Tidak luput, alumnus Kobe University ini yakin bahwa alumni dapat memberikan jalur kerja bagi mahasiswa . “Agar alumni FTK ITS dapat terserap di dunia pekerjaan dengan baik,” imbuhnya yakin.

Selain langkah tentatif tersebut, Trika berharap agar antar departemen dapat saling menguatkan sinergi. Bahkan menurut dekan terpilih, berdasarkan Surat Keputusan (SK) rektor nomor T/4437/IT2/HK.00.01/2019, sinergi perlu dimulai juga dengan fakultas lain. Karena ia merasa bahwa jika hanya mengandalkan ranah maritim saja tanpa melihat sektor ilmu lain, maka FTK akan sulit maju. “Ini menjadi tugas besar bagi kami (FTK, red) agar kolaborasi ini dapat saling menguatkan dan mematangkan satu sama lain,” pungkas Deputy Director International Office ini. (dik/id)

Berita Terkait